AWAL KEBANGKITAN DAN PERLAWANAN BANGSA-BANGSA DI ASIA-AFRIKA

Warga belajar dan siswa--sekalian, Perlu kalian ketahui bahwa di negara-negar di Asia dan Afrika tidak luput dari pengaruh kekuasaan Barat. Dalam upaya membebaskan diri dari belenggu penjajahan, Rakyat di berbagai negar di Asia dan Afrika melakukan perjuangan melawan kolonialisme. Beberapa negara Asia dan Afrika yang melakukan perjuangan antara lain India, Turki, Mesir, Filipina, dan Cina. 

a. Gerakan Perjuangan di India

Sejak abad ke-17, raja-raja Hindu maupun Islam telah melakukan perlawanan terhadap usaha perluasan wilayah oleh Inggris maupun Prancis di India. Perlawanan dengan kekerasan ini ternyata tidak selalu berhasil. Kemudian bangsa India melakukan gerakan perlawanan tanpa kekerasan, yang dipimpin Mahatma Gandhi. Selama perjuangannya Mahatma Gandhi mengajarkan 4 (empat) dasar perjuangan, yaitu :
  1. Ahimsa, Gerakan anti kekerasan. Dengan Ahimsa Rakyat India melakukan perlawanan tanpa kekerasan.
  2. Hartal, gerakan perlawanan Rakyat India dalam bentuk aksi tidak berbuat apa pun. Misalnya mereka masuk bekerja di kantor, ke pabrik dan sebagainya tetapi tidak mengerjakan apa-apa.
  3. Satya Graha, gerakan Rakyat India untuk tidak bekerja sama dengan penguasa Inggris.
  4. Swadesi, gerakan Rakyat India untuk menggunakan bahan-bahan buatan sendiri, dan menolak menggunakan bahan-bahan impor yang didatangkan dari Inggris.


Sebelum lahirnya gerakan politik yang dipimpin Mahatma Gandhi, di India telah ada gerakan sosial, pendidikan, dan kerohanian, antara lain:
  1. Brahma Samaj, gerakan sosial ini bertujuan untuk menghapuskan adat istiadat kuno masyarakat India seperti upacara Sutte, aturan kasta dan sebagainya. Gerakan ini dipimpin Ramohan Roy.
  2. Santiniketan, gerakan dalam bidang pendidikan. Gerakan ini bertujuan untuk menanamkan cinta tanah air dan budaya India. Gerakan ini dipimpin oleh Rabindranath Tagore.



b. Gerakan Kebanggsaan Turki

Pada tahun 1906 di turki muncul gerakan Rakyat yang dikenal dengan pergerakan Turki Muda, Yang dipimpin oleh Mustafa Kamal. Gerakan ini sebelumnya bernama perkumpulan Tanah Air dan Kemerdekaan. Puncak gerakan Turki Muda terjadi pada tahun 1919 dengan meletusnya Revolusi Turki Muda. Gerakan ini berhasil menumbangkan kekuasaan pemerintahan di Turki dan menggantinya dengan nama Republik Turki Modern.

Setelah Mustafa Kamal memegang kekuasaan di Turki, ia melakukan perubahan pola kehidupan Rakyat Turki ke dalam pola kehidupan Barat.
  1. Cara yang ditempuh Mustafa Kamal antara lain:
  2. Menyusun UUD negara yang disesuaikan dengna undang-undang negara Barat.
  3. Diadakan pemisahan antara urusan Agama dengan Urusan Negara.
  4. Tulisan huruf Arab yang dipakai secara umum diganti dengan huruf latin.
  5. Seluruh kegiatan ekonomi diatur dan diselenggarakan oleh Negara
  6. Titik berat pembangunan diarahkan pada pembangunan bidan Industri dan prasarana perhubungan (kereta api, jalan raya dan sebagainya)


Perubahan negara Turki yang dilakukan Mustafa Kamal ini dianggap berhasil. Oleh sebab itu Mustafa Kamal diberi gelar Kemal Pasha Ataturk artinya Bapak Turki. Mustafa Kamal menolak mematuhi Perjanjian Svres (1919) yang dipaksakan pihak Sekutu. Hal ini disebabkan perjanjian tersebut dianggap merendahkan martabat bangsa Turki.

c. Gerakan Kebangsaan di Mesir

Pada tahun 1881-1882 di Mesir muncul gerakan kebangsaan yang merupakan perlawanan Rakyat terhadap pengaruh asing, seperti Inggris, dan Perancis. Gerakan ini dipimpin oleh Arabi Pasha. Terjadinya perlawanan Rakyat karena kekuatan bangsa asing yang semakin luas. Apalagi pada tahun 1875 Raja Muda Ismail menjual sebagian besar saham terusan Suez kepada Inggris. Kemudian Inggris pun menempatkan pasukannya di Mesir.

Gerakan perlawanan Rakyat Mesir ini merupakan kebangkitan semangat kebangsaan Mesir. Sudah beberapa kali timbul gerakan kebangsaan Rakyat Mesir melawan kekuasaan Inggris, tetapi perlawanan ini selalu gagal. Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya Inggris mengakui Mesir sebagai negara merdeka pada tahun 1922.

Gerakan kebangsaan ini kemudian berkembang dalam bentuk gerakan pembaharuan dalam Islam yang dikenal dengan gerakan Salafiah. Tokoh-tokoh gerakan Salafiah yang dikenal adalah : Jamaluddin al Afghani, Syeh Muhammad Abduh.

d. Gerakan kebanggsaan di Filipina

Perjuangan Rakyat di Filipina muncul dalam bentuk pemberontakan kaum Katipunan melawan kekuasaan Spanyol pada tahun 2890 dipimpin oleh Jose Rizal. Usaha pemberontakan Rakyat Filipina terhadap penguasa Spanyol ternyata tidak berhasil. Jose Rizal berhasil ditangkap penguasa Spanyol lalu dihukum mati pada tanggal 30 Desember 1896.

Dalam perkembangannya terjadi perang antara Spanyol dengan Amerika memperebutkan daerah kolonial di Karibia. Pada saat itulah Rakyat Filipina dipimpin Emilio Aquinaldo, memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 12 Juni 1896. Kemudian dibentuklah Konstitusi negara yang dikenal dengan konstitusi Malolo.

Konstitusi ini merupakan konstitusi pertama di wilayah Asian Tenggara. Perang antara Spanyol dengan Amerika dimenangkan Amerika. Kemenangan Amerika ini berpengaruh terhadap kekuasaan Spanyol di Filipina dijanjikan kemerdekaan di kemudian hari.

Selanjutnya pada tahun 1907 kaum nasionalis Filipina berhasil mengadakana perdamaian dengan Amerika. Dalam perdamaian tersebut Filipina dijanjikan kemerdekaan di kemudian hari.

Pada tahun 1942 Filipina diduduki Jepang. Ketika itu Jepang membentuk organisasi anti Amerika yang dipimpin Benigno Aquino. Pada tanggal 14 September 1943 Jepang memberikan kemerdekaan kepada Filipina. Jepang mengalami kekalahan dalam peperangan melawan sekutu, maka Filipina kembali dikuasai Amerika. Namun pada tanggal 4 Juli 1946 Amerika memberikan kemerdekaan kepada Filipina dengan Manuel Roxas sebagai Presiden peratama Filipina. Dengan demikian berakhirlah penguasaan Amerika atas Filipina selama kurang lebih 50 tahun.


e. Gerakan Kebangsaan di Cina 

Rakyat Cina pernah melakukan perlawanan terhadap orang-orang Eropa yang menguasai Cina. Perlawanan Rakyat ini dikenal dengan perang Candu (1839-1842). Dalam perang ini Rakyat Cina mengalami kekalahan. Setelah itu masuk bangsa Eropa seperti Inggris, Perancil, Belanda dan Jerman. Perlawanan Rakyat Cina terhadap orang-orang Eropa terus berlanjut. Hal ini terbukti dengan terjadinya pemberontakan kaum tani Taiping di Cina Selatan (1849-1864). Pemberontakan ini mencapai puncaknya pada perang "Boxer" (1870-1901). Pemimpin pemberontakan ini adalah Ratu Cze Shi dari dinasti Mancu.

Perlawanan Rakyat ini pun dapat digagalkan oleh pasukan bangsa Eropa yang menduduki Beijing selama 55 hari. Akibat kekalahan Rakyat Cina melawan pasukan gabungan bangsa Eropa, maka wilayah Cina dibagi-bagi dan dijadikan daerah yang disewa antara 75-99 tahun. Selain itu orang-0rang Eropa membentuk negara Eropa di dalam wilayah Cina. Hal ini dirasakan sangat merugikan Rakyat Cina.

Keadaan tersebut mendorong golongan cendikiawan Cina yang dipimpin dr. Sun Yat Sen untuk melakukan gerakan pembaharuan dengan gerakan kebangsaan. Dasar perjuangan ialah San min Chu I atau tidak dasar kerakyatan yaitu nasionalisme, demokrasi dan sosialisme. Perjuangan golongan cendikiawan Cina mencapai puncaknya pada tahun 1911 dengan meletusnya Revolusi Nasional Cina. Dalam revolusi ini Dinasti Manchu berhasil ditumbangkan. Kemudian Dinasti Manchu diganti dengan Republik Cina yang berdasarkan San Min Chu I.

Presiden pertama Republik Cina bernama Jenderal Yun Syih Kai dikenal dengan semboyannya :
1) Republik Cina adalah suatu negara nasional bangsa Cina
2) Pemerintahan disusun berdasarkan asas Demokrasi atau Kedaulatan Rakyat
3) Tujuan untuk mencapai Kesejahteraan Sosial bagi seluruh rakyatnya.


2. Perbandingan Gerakan Kebangsaan di Beberapa Negara Asia dan Afrika dengan di Indonesia

Gerakan kebangsaan di beberapa negara di Asia dan Afrika seperti India, Turki, Filipina, Cina dan Mesir sesungguhnya timbul karena berbagai faktor, misalnya Rakyat di negara itu ingin hidup bersatu dan memiliki rasa setia kawan atau adanya persamaan nasib sebagai Rakyat yang ingin membebaskan diri dari pengaruh kekuasaan bangsa Asing. Gerakan kebangsaan di negara-negara Asia dan Afrika bila dibandingkan mempunyai persamaan dan perbedaan.

Adapun persamaannya adalah secara umum gerakan kebangsaan di Asia dan Afrika memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengembalikan martabat yang hilang karena penindasan, keserakahan dan kesewenang-wenangan Kolonialisme dan Imperialisme yang telah merampas hak dan harga diri bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

Sedangkan perbedaannya adalah :
a. Gerakan kebangsaan di India ditujukan untuk mengusir bangsa Inggris dan Perancis. Gerakan yang semula dilakukan dengan kekerasan karena selalu gagal diubah menjadi gerakan tanpa kekerasan yang dipimpin Mahatma Gandhi.

b. Gerakan kebangsaan di Turki ditujukan untuk mengubah sistem pemerintahan kerajaan yang berlaku pada saat itu menjadi Republik Turki Modern.

c. Gerakan kebangsaan di Mesir ditujukan untuk membendung meluasnya pengaruh bangsa Asing seperti Inggris dan Perancis. Kemerdekaan Mesir pada tahun 1922 diperoleh melalui peperangan.

d. Gerakan kebangsaan di Filipihan ditujukan untuk mengusir Spanyol yang menguasai negara itu. Filipina memproklamasikan kemerdekaannnya tiga kali: kemerdekaan I apda tanggal 12 Juni 1896 yang kemudian tidak diakui/ dibatalkan Amerika. Kemerdekaan II pada tanggal 14 September 1943 dari Jepang yang tidak diakui Amerika. Kemerdekaan III pada tanggal 4 Juli 1946 diberikan oleh Amerika.

e. Gerakan kebangsaan di Cina ditujukan untuk mengusir bangsa Eropa seperti Inggris, Perancis, Jerman dan Belanda. Gerakan selanjutnya dalam bentuk Revolusi menumbangkan dinasti Manchu.

f. Gerakan kebangsaan di Indonesia ditujukan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan kolonial Belanda dan pendudukan Jepang, dalam usaha mencapai kemerdekaan. Bangsa Indonesia melakukan perjuangan baik melalui perlawanan bersenjata maupun cara diplomasi. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus adalah merupakan hasil perjuangan Rakyat Indonesia.


Rangkuman :

1. Perlawanan Rakyat India terhadap orang Asing dengan kekerasan selalu gagal. karena itu Mahatma Gandhi memimpin perlawanan tanpa kekerasan.

2. Mahatma Gandhi mengajarkan 4 dasar perjuangan yaitu : Ahimsa, Hartal, Stayagraha, Swadesi.

3. Gerakan Turki Muda berhasil menumbangkan kerajaan Turki pada tahun 1919 yang kemudian diganti dengan Republik Turki Modern

4. Gerakan kebangsaan di Mesir muncul pada tahun 1881-1882 yang berbentuk perlawanan Rakyat terhadap Inggris dan Perancis dipimpin Arabi Pasha.

5. Pada tahun 1875 Mesir melalui Raja Muda Ismail menjual sebagian besar saham terusan Suez kepada Inggris.

6. Pada tahun 1922 Inggris mengakui Mesir sebagai negara merdeka

7. Gerakan kebangsaan di Filipina muncul tahun 1896 dalam bentuk gerakan katipunan melawan kekerasan Spanyol, yang dipimpin Jose Rizal.


Demikianlah sejarah tentang Beberapa negara Asia dan Afrika yang melakukan perjuangan untuk kebangkitannya, antara lain India, Turki, Mesir, Filipina, dan Cina. Semoga bermanfaat untuk menambah Ilmu pengetahuan, khususnya tentang sejarah. Wassalam. 
More about AWAL KEBANGKITAN DAN PERLAWANAN BANGSA-BANGSA DI ASIA-AFRIKA

CARA PENGENDALIAN SOSIAL DI MASYARAKAT

Warga belajar dan siswa--sekalian, Menurut pemahaman Ilmu sosial khususnya ilmu Sosiologi, manusia selalu berusaha untuk menata dan memperbaiki kehidupannya berkaitan dengan kehidupan masyarakat, dimana interaksi tidak selalu menghasilkan sesuatu seperti yang diharapkan, seperti adanya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan individu-individu atau kelompok.

Penyimpangan yang ada di dalam masyarakat diupayakan agar berkurang dan kalau bisa dihilangkan agar terwujud keseimbangan sosial (Social equilibrium). Upaya untuk mewujudkan kondisi di dalam masyarakat tersebut disebut pengendalian sosial (Social control).

Jadi, apa yang dimaksud dengan pengendalian sosial? Pengendalian sosial adalah cara yang digunakan untuk menertibkan individu yang melanggar peraturan.

Tujuan pengendalian sosial adalah mencapai keserasian antara stabilitas dan perubahan dalam masyarakat.

Kita akan merasa senang dan bahagia jika dilingkungan sekitar kita dalam keadaan tenang, tentram, dan aman yang berarti individu sebagai anggota masyarakat sadar bahwa aturan yang berlaku di masyarakat diikuti dan dilaksanakan dengan baik akan berdampak positif terhadap masyarakat itu sendiri.

Pengendalian sosial berkaitan erat dengan nilai dan norma sosial. Bagi masyarakat, norma sosial mengandung harapan yang dijadikan sebagai pedoman untuk berperilaku. Agar masyarakat berperilaku sesuai dengan pedoman, pengendalian sosial merupakan mekanisme untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan mengarahkan anggota masyarakat untuk bertindak menurut norma dan nilai yang telah melembaga.

Apabila pengendalian sosial tidak diterapkan maka akan mudah terjadi penyimpangan dan tindak amoral lainnya. Setiap warga masyarakat yang tahu tentang aturan dan pedoman yang harus dipatuhi, senantiasa dia kana selalu berhati-hati dan menanamkan dalam dirinya suatu tanggung jawab demi kebaikan masyarakat dan kehidupan di masyarakat.

Berger mendefinisikan pengendalian sosial sebagai cara yang digunakan masyarakat untuk menertibkan individu yang membangkang, sedangkan Roucek mengemukakan bahwa pengendalian sosial adalah suatu istilah kolektif yang mengacu pada proses terencana yang dalam hal ini individu dianjurkan, dibujuk ataupun dipaksa untuk menyesuaikan diri pada kebiasaan dan nilai hidup kelompok.

Para ahli sosiologi menggunakan istilah pengendalian sosial (pengawasan sosial) untuk menggambarkan segenap cara dan proses yang ditempuh oleh kelompok orang atau masyarakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai harapan kelompok atau masyarakat yang bersangkutan.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa banyak cara yang digunakan untuk memaksa individu agat taat dengan sejumlah peraturan, misalnya dalam masyarakat adalah menaati adat istiadat yang masih tetap dilestarikan.

Kumpul kebo bagi suatu masyarakat di pedesaan sangat tabu dan dianggap perbuatan yang melanggar adat berat hukumannya, karena jika si pelaku tertangkap basah harus siap menghadapi resiko seperti dibicarakan, didesas-desuskan, dikucilkan, atau mungkin diarak keliling kampung. Mengapa demikian? Karena kumpul kebo merupakan aib di masyarakat yang tidak bisa ditolerir bahkan sanksinya bisa lebih dari itu, seperti diusir dari kampung. Sanksi demikian sudah termasuk ke dalam pengendalian sosial yakni berupa hukum.

Cara Pengendalian Sosial

Bagaimana cara suatu kelompok atau masyarakat membuat anggotanya berperilaku sesuai dengan apa yang diharapkan? 

Pengendalian sosial dilakukan dengan dua cara yaitu:

a. Cara persuasif

Cara pesuasif yaitu cara pengendalian sosial yang ditekankan kepada usaha mengajak atau membimbing, sehingga individu-individu atau kelompok dapat bertindak sesuai dengan aturan yang ada di masyarakat. 

Cara ini menekankan kepada segi nilai kognitif dan afektif misalnya :
1) Si A pengangguran, suatu ketika tertangkap basah mencuri sandal. Kita yakin bahwa mencuri itu perbuatan yang tidak baik dan kita beri bimbingan dan nasihat agar ia mau menjadi loper koran, tukang semir sepatu dan sebagainya.

2) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) membimbing warga masyarakat yang tinggal dipinggir hutan lindung untuk tidak merambah hutan agat tidak terjadi kerusakan hutan. Mereka dapat diarahkan dan dibimbing untuk belajar berbagai macam kegiatan keterampilan home industry yang dapat menghasilkan uang dan berguna bagi masyarakat banyak.

Selain itu dapat pula diberikan penyuluhan tentang pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup manusia.


b. Cara koersif 

Cara koersif yaitu pengendalian sosial dilakukan dengan menekankan pada tindakan atau ancaman yang menggunakan kekuatan fisik. Berfungsi sebagai hukuman agar si perlaku jera dan tidak melakukan tindakan itu lagi.

Cara koersif sebaiknya dilakukan sebagai upaya terakhir sesudah cara pengendalian persuasif dilakukan.

Contohnya:
1) Untuk membuat pencopet kapok dengan perbuatannya, ketika tertangkap basah oleh masyarakat si pencopet lalu dikeroyok habis-habisan. Tindakan tersebut tidak diperkenankan secara hukum karena main hakim sendiri.

2) Pedagang kaki lima seperti pedangang buah-buahan, pedagang sayur dan lain sebagainya yang melanggar tata tertib ditindak oleh petugas dan mengangkut secara paksa barang dagangan ke atas truk karena telah berkali-kali diperingatkan tetapi tidak diindahkan.  


Demikian pembahasan kita tentang cara pengendalian sosial menurut ilmu sosiologi, selanjutnya silakan warga belajar mencari lebih lengkap lagi tentang teori dan contoh-contoh pengendalian sosial tersebut. Terimakasih selamat belajar..wassalam. 
More about CARA PENGENDALIAN SOSIAL DI MASYARAKAT

CARA MENDENGARKAN DAN PEMBACAAN CERPEN SASTRA

Ketika membaca atau mendengarkan cerpen di-bacakan, ada hal-hal penting yang harus diperhatikan. Dalam membacakan cerpen untuk orang lain, hal-hal yang harus diperhatikan adalah :

  • Bacalah terlebih dahulu cerpen tersebut sehingga anda tahu dan mengerti betul isi ceritanya.
  • Ceritakan cerpen tersebut kepada rekan lain, dengan penceritaan yang tenang, berintonasi seperlunya, dan penuh penghayatan terhadap isi ceritanya.
  • Perhatikan volume suara dan kejelasan pengucapan sehingga rekan lain dapat memahami setiap kata yang anda ucapkan. 

Pendengar yang menyimak sebuah pembacaan cerpen juga harus memperhatikan hal-hal berikut :

  • Konsentrasi dan siapkan alat tulis
  • Catatlah judul cerpen yang dibacakan
  • Selama mendengarkan pembacaan cerpen, catatlah hal-hal penting, yaitu nama tokoh cerita yang muncul satu persatu, peristiwa yang dialami, penyelesaian masalah dari peristiwa it, dan akhir ceritanya.
  • Catatlah pula kesan anda mengenai watak tokoh cerita
  • Catat juga kesan anda setelah mendengarkan peristiwa dan permasalahan yang sudah diatasi dari cerpen tersebut.

Setelah mengetahui cara-cara pembacaan cerpen di atas, Anda akan mengerti bahwa di dalam cerpen terdapat unsur intrinsik atau unsur yang ada di dalam cerpen. Unsur tersebut di antaranya:

  1. Tema yaitu gagasan yang menjiwai seluruh cerita
  2. Amanat yaitu pesan atau hikmah yang ingin disampaikan penulis untuk difahami pembaca cerita
  3. Plot atau alur yaitu jalan cerita yang berupa rangkaian urutan peristiwa yang menjalin cerita
  4. Penokohan dan perwatakan yaitu orang-orang yang ada di dalam cerita disertai watak dan perilakunya.
  5. Setting yaitu latar waktu dan tempat terjadinya peristiwa di dalam cerita
  6. Dialog yaitu percakapan yang dilakukan tokoh-tokoh cerita yang menggambarkan watak, tanggapan atas kejadian, dan penggambaran lain yang dapat menunjukan isi cerita.
  7. Sudut pandang yaitu posisi pengarang terhadap cerita, apakah ikut terlibat di dalam cerita atau hanya memaparkan cerita.


Bacakanlah cerpen di bawah ini !

JUDUL : INGAT MARINDA, AKU JADI HARU
(CERITA PENDEK KARYA : YETTI A.K.A)

Aku mengenang kedua matanya. Merah basah untuk terakhir kali. Ia terliha kelam. Dan aku membacakannya, seperti luapan cinta yang lalu tawar.

* * *

     Ingat Marinda, aku jadi haru.
     Aku mengerti benar tentangnya. Ia pernah memiliki hidup yang terlalu rimbun. Penuh semangat. Bahagia.
     Bahagia. Ah, setidaknya begitu yang terpancar dari bahasa wajahnya. Siapa pun yang pernah melihatnya akan mengatakan ia perempuan terbahagia dengan garis wajah yang sering kali sumringah dan lesung pipit di pipi yang merona. Juga tentu sepasang mata bening yang dalam telaga.
     Suatu ketika ia berkata, "Hidup tidak kurang dari permainan perasaan. Sementara aku sangat terbiasa mempermainkan banyak hal."
    "Apa kebahagiaan juga permainan?"
    "Tidak selalu untuk orang lain."
    "Untuk mu?"
    "Barangkali."
    "Apa karena kau cantik?"
    "Mungkin saja. Siapa yang tidak terpanah dengan tipu kecantikan yang menyambar secara mendadak."
    Marinda benar, kukira. Sebab hampir tiap hari ia membuat pesona yang berbeda, dengan sentakan yang tiba-tiba. Dan aku tahu telah berapa cinta yang bersimpuh di sana.
    "Cinta. Aku lebih percaya kalua itu hanya kegilaan," katanya Ia melepas ikatan pada rambutnya yang tebal, sedang matanya tak melepasku.
    "Jangan bermain seperti itu nanti terbakar!"
    "Aku ingin sekali merasakan api itu," ia menantang. "Mungkin saja bisa membuatku menikmati sensasi lain. Selama ini hidupku datar. Membosankan."
    "Kau tidak akan seberani itu, saat kau berhadapan dengan kenyataan."
    "Kau mulai meragukan aku."
    "Kau memandang mudah segala hal."
    "Kau terlalu serius," ia tertawa. "O ya, menurut apa aku harus menangis saat sedih. Harus berteriak saat luka. Tidakah cara itu hanya membuat malu. Aku bisa mempermalukan diriku sendiri."
    Lalu memang beberapa kali aku pernah melihatnya menggeliat sakit di bawah tumpukan pengkhianatan yang bersesakan.
    Beberapa lamanya ia tak melakukan apa-apa selain berkurung diri di kamar. ia membenci dunia luar yang tampak gelap, menakutkan.
    Ia ingin lari. Membuat rumah kecil yang damai dalam hatinya. Di rumah itu, Marinda menyembunyikan dirinya. Membuang jauh segala sesuatu yang mengganjal perasaannya dengan menghabiskan berbungkus-bungkus rokok.
    Aku marah, merasa kecewa, bila ia begitu. Marinda terlalu manis untuk terluka dan menyerah.
    Tapi perempuan keras kepala sepertinya, hanya berkata, "Aku baik-baik saja."
    "Itu tidak benar. Kau bohong."
    "Ya. Baiklah. Aku sakit. Tapi itu bagian dari risiko. Aku tidak apa-apa. Rianti. Kau jangan keterlaluan memojokkanku." Aku berhenti marah, berhenti kecewa.
    Setelah itu aku dicubit sepi dan membiarkan persahabatan demikian dingin. Sangat panjang. Hingga ada rindu yang aneh.
    Maka ia mengalah, meminta, "Rianti, aku rindu. Kapan kau datang lagi padaku dengan sebilah pedang."

* * *

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Sejak kecil, ia telah membenamkan hidupnya pada dongeng lelaki pematung kayu. Ia merasa sangat yakin, lelali itu meninggalkan sesuatu yang putih dalam jiwanya. Cinta. Hingga, ia akan tampak berseri saat harus menceritakan si pematung kayu berkali-kali. Lelaki yang tampan, menurutnya. Hal itu ia buktikan dengan memperlihatkan selembar gambar kusam yang tersimpan di dompetnya. Bila malam, ia senang menempelkan gambar itu di dinding kamar hingga ia bisa menatap lama pada sosok lelaki tampan sebelum matanya mengatup pelan. Saat pagi, ia menyimpan kembali dalam dompet dengan paras muka sedih. Seakan-akan ia tengah melepas suatu kepergian.
    Ia bercerita tentang lelaki dalam gambar itu.
    Lelaki itu cinta pertama Marind, saat ia baru duduk di kelas tiga sekolah dasar. Aku lebih percaya kalau ia membuat dan berusaha membawaku dalam permainan yang tidak lucu. Api Marinda membuatku tersentak. Dengan mimik yang sungguh-sungguh ia mengaku laki-laki dua puluh lima tahun di atasnya itu menciumnya pertama kali di balik gedung sekolah dan menghadiahinya boneka kayu bermata elok.
    Ia merasa jatuh cinta setelah kejadian yang tak terduga itu. Secara sembunyi-sembunyi ia sering bertemu lelaki pematung kayu. Terkadang lelaki itu membuatnya jadi boneka yang kaku di sudut sebuah bangunan atau dibalik pohon-pohon. Dan ia senang sekali. Apalagi lelaki pematung kayu itu berjanji akan membawa jauh dari perempuan bermulut lebar, ibunya. Marinda tidak menyukai perempuan itu yang hampir setiap pagi berteriak keras dan menyuruhnya melakukan perkerjaan rumah yang menumpuk. Marinda ingin sesekali dapat ke sekolah bersama-sama temannya sambil bernyanyi-nyanyi sepanjang jalan.
    Hanya saja, perpisahan terjadi dan Marinda tidak pernah dibawa pergi, setelah pertengkaran si pematung kayu dengan perempuan bermulut lebar (Ibu Marinda tidak sengaja melihat pematung kayu membawa Marinda ke sebuah bangunan tua). 
    Lelaki itu meninggalkannya. Marinda meraung seharian. Ia bersumpah, akan benar-benar berhenti mencintai ibunya. Tetapi lelaki itu tidak pernah kembali.
    Marinda retak. Ia salah mengira, cinta selalu putih.
    Waktu pun bergerak dan menyeret Marinda dalam rasa haus pada cinta. Berkali-kali ia bisa jatu cinta. Tetapi sesaat. Sebaba iaa tidak sanggup mengkhianati cintanya pada lelaki pematung kayu. Ia dihantui oleh perasaan cinta kanak-kanak yang lugu dan polos. 
    Karena itu baginya, kebahagiaan tidak lebih dari permainan sedangkan cinta adalah kegilaan.

* * * 

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Banyak sekali aku menyaksikan ia memenggal kebahagiaannya untuk sekian permainan cinta. Kusaksikan Marinda terus berlarian di atas cinta semu dan kegembiraan palsu.
    Sampai, pernah satu kali dari sejumlah permainannya, ia sungguh-sungguh jatuh cinta. Bagaimana ketika itu aku memergokinya tidur-tiduran seharian. Ia menyembunyikan kegelisahaannya dengan membenamkan wajah di sebuah bantal gambar boneka.
    "Kau jatuh cinta" aku menebak
    Tertawa pecah, "Kau gegabah menyimpulkan sesuatu."
    "Aku melihatnya di seluruh tubuhmu. Di setiap pori kulitmu."
    "Kau membuat gugup" ia mengangkat mukanya yang pucat.
    "jadi benar."
    "Tidak seperti yang kau pikirkan." Ia mengelurkan sebatang rokok dan membakarnya.
    "Siapa dia."
    "Sudah, Rianti. Kau jangan menggodaku."
    Marinda meninggalkanku dengan langkah terburu-buru. Bila gelisah, selain tempat tidur, ia juga menyukai halaman samping yang penuh pohon bambu. Bisa berjam-jam ia duduk di sana. Aku membiarkannya.
    Hingga pada kesempatan lain, saat malam hari dan bulan hampir purnama, ia berbisik pelan sekali. "Jika matanya serasa menembus dalam perasaanku, apa aku jatuh cinta?"
    "Tidak salah lagi. Benar. Kau jatuh cinta," aku bersorak. Beberapa bintang tampak menari dan berjatuhan di mataku. Aku merasa sedang merayakan sesuatu yang luar biasa.
    Ia tersenyum kecil, Sedikit saja. Berkali-kali ia menarik nafas berat.
    Kukatakan. "Kau harus menjaga perasaan itu."
    Ia menggenggam tanganku erat berkata, "Apa mungkin aku masih bisa jatuh cinta? Ini diluar dugaanku."
    Aku merasa ia amat tertekan.

* * *

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Sebab, suatu hari tanpa disangka, ia mengabarkan padaku akan menikah dengan lelaki lain, bukan seorang yang ia cintai. Sambil menahan kesedihannya, ia bercerita bahwa hidupnya seudah ditakdirkan bertemu permainan demi permainan. Lelaki yang ia cintai telah meninggalkannya dan menikah dengan perempuan lain yang juga tanpa cinta. Dan ia pun dihadapkan pada kenyataan harus menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak membuatnya bisa tersenyum.
    Aku mengihiburnya. Kuceritakan pula tentang ayah dan ibuku yang walanya menikah tanpa jatuh cinta lebih dulu. Namun setelah hidup bersama, semua mengalir saja. Ia tertawa sinis, katanya ibuku mungkin perempuan yang bisa mengalah dan sabar, sementara ia merasa bukan bagian dari itu. Sajak kecil, ia telah belajar jadi pemberontak. Aku kita ia benar. Lalu kusarankan padanya untuk membatalkan pernikahannya.
    Ia diam. Seolah-olah ada beban yang berat.
    "Kau masih bisa memilih untuk tidak menikah dengannya" ujarku.
    "Kukira tidak. Aku benci ibuku. Tapi aku tidak bisa mempermalukannya."
    "Kau bisa membicarakannya baik-baik."
    "Tidak semudah yang kau pikirkan."
    "Kau tidak akan bahagia jika kau memaksakan diri."
    "Aku tidak berani."
    "Aku tidak mengenalmu yang seperti ini."
    "Aku tidak sanggup melakukan apa-apa."
    Aku menemukan ia yang benar-benar berbeda. Kami diam dalam waktu yang serasa terpotong.
    Dimataku Marinda sangat menyedihkan.
    Semalaman, ia tidak bisa tidur. Ia mengajakku menikmati malam perpisahan itu dengan bercerita kembali tentang cita-cita kami yang ingin jadi penyair. (Hahahaha! Kami tertawa keras ketika mengikrarkan janji itu dengan wajah sungguh merah, sebab kami ingin menggenggam dunia). Dan malam itu, kami juga kembali tertawa dengan sudut mata tergenang-genang butiran air mata. Marinda menarik janjinya dan melupakan tentang cita-cita itu. ia mengaku tidak akan punya banyak waktu untuk hal lain setelah pernikahannya Ia akan disibukan oleh urusan rumah tangga.
    Aku merasa sangat sendiri.
    Kuantar Marinda menuju pernikahannya itu. Wajahnya memancarkan kebahagiaan yang menusukku. Sedih rasanya dihadapkan pada kenyataan harus melepas seorang teman yang hari-harinya hampir menjadi miliku dan hari-hariku menjadi milikmu.

* * *

    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Belum enam bulan ia menikah, aku mendapat kabar yang memilukan. Ia tidak bahagia dan ingin pergi dari lelaki itu dengan membawa jabang bayi dalam perutnya yang masih berumur tiga bulan. Ia benar-benar ingin berpisah dari lelaku itu karena menurutnya ia tidak sanggup lagi untuk belajar mencintai.
    "Sungguh. Terlalu banyak yang salah dalam hidupku," katanya lewat telepon.
    "Kau harus sabar. jangan mengambil keputusan apa-apa selagi kau marah," aku mengingatkannya.
    "Tapi aku sakit, Rianti. Sakit sekali."
    "Kau akan melewati semua itu dengan baik-baik saja." Aku membujuknya.
    Ia menutup telepon mendadak. Aku mengerti, ia kecewa dengan sikapku. Tentunya ia mengharapkan aku membelanya dan memberinya jalan untuk meninggalkan lelaki itu.
    Sejak itu, ia jarang menghubungiku.
    Hingga suatu ketika, aku dikejutkan lagi oleh kedatangannya yang tiba-tiba. Ia menangis dan menunjukan hatinya yang pecah. 
    Aku memeluknya. Kubisikan, aku akan selalu ada untuknya. Kuminta ia tinggal saja bersamaku untuk sementara, sebelum memutuskan benar-benar berpisah dari lelaki yang telah menanam cinta di tubuhnya.
    Ia masih terisak. Ah. Marinda manis yang malang. Aku selalu membayangkan perempuan manis akan menemukan keberuntungan yang baik dariku.
    Tapi kini, lihatlah, di matanya yang basah tumbuh sebatang pohon, kering tak berdaun dan akar-akar menjalar menembus kelopak mata. Pohon itu dalam sekejap menyambar Marinda.
    Aku berteriak, tertahan. Marinda tertelan.
    Ingat Marinda, aku jadi haru.
    Sejak ia ditelan pohon, aku sering merasa ia manatapku dengan mata boneka yang bulat. Mata yang ingin menyelam dalam, dikesedihan tanpa tepi.

Padang, 2005

(Dari: Media Indonesia, 19 Juni 2005)

* * *

Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan isi cerita pendek  yang telah di bacakan di atas!

  1. Apa tema cerpen di atas
  2. Amanat apa yang dapat kamu tangkap dari cerpen tersebut?
  3. Bagaimana plot atau alurnya?
  4. Bagaimana penokohan dan perwatakan orang-oang yang ada di dalam cerita pendek itu?
  5. Jelaskan settingnya!
  6. Apakah menurut Anda dialog yang ada di dalam cerpen sudah menggambarkan watak, isi, dan segala hal yang sesuai untuk cerpen tersebut?
  7. Bagaimana sudut pandang cerpen di atas!


Jika kamu telah selesai menjawab pertanyaan di atas, langkah berikutnya ; 

Bandingkan jawaban Anda dengan jawaban berikut!
1. Jangan bermain-main atau gegabah dalam memutuskan dengan masa depanmu dan kebahagiaanmu, karena masa depan dan kebahagiaanmu ada di tanganmu sendiri.

2. Bahwa dalam menjalani hidup harus mau menghadapi kenyataan dan realita, tidak terus-menerus tenggelam dalam keindahan masa lalu yang tidak mungkin kembali, dan khayalan masa depan yang tidak tercapai seperti halnya Marinda, karena hal seperti itu akan menghancurkan masa depan Anda.

3. Pada bagian awal cerita berjalan maju, kemudian cerita mengarah ke masa lalu atau beralur mundur ke masa kecil tokoh cerita, kemudian cerita mengalir maju mengikuti nasib tokoh cerita.

4. Tokoh utama: Marinda
Wataknya: terlalu tenggelam dalam kenangan masa lalu dan mengkhayalkan masa depan sulit tercapai sehingga menghancurkan masa-masa indah hidupnya yang seharusnya dirasakannya.
Tokoh lain: Aku (Rianti), teman Marinda Wataknya: selalu berusaha memberikan pandangan realitas utnuk kebahagiaanya.
Tokoh lain: ibunya dan pematung kayu
wataknya: ibunya seorang yang banyak bicara dan menyuruh, pematung kayu, seorang yang telah melakukan pelecehan terhadap masa kecilnya dengan menyeretnya menjadi gadis remaja dalam cinta yang bergelora, namun Marinda tidak menyadari dan mengira perlakuan yang didapatkannya merupakan bentuk cinta yang putih dan setia.

5. Setting waktu berpindah-pindah dari masa kini, kemasa kecil, lalu masa-masa di kala ia sedih di malam hari, pagi hari, dan di kala bahagia dalam pesta pernikahannya.
Adapun setting/ latar tempat tidak terlalu berpusat di satu tempat. Latar tempat mengalir sesuai dengan cerita dan kebutuhan pengembangan cerita.

6. Dialog sudah sesuai untuk menggambarkan watak tokoh-tokoh ceritanya.

7. Pengarang menempatkan dirinya sebagai orang kedua atau sahabat dari tokoh cerita.  


Sumber: Buku Modul Bahasa Indonesia Kesetaraan Paket C Kelas X tahun 2009, dengan  penambahan dan perubahan seperlunya.
  
    

More about CARA MENDENGARKAN DAN PEMBACAAN CERPEN SASTRA

CARA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA

Warga belajar-- sekalian, Pada tulisan berikut ini kita akan membahas tentang bagaimana pemberantasan Korupsi di Indonesia, sejarah dan peranan lembaga-lembaga yang dibentuk untuk menangani masalah pemberantasan korupsi ini. Hingga warga belajar sekalian dapat memahami dan mengerti bagaimana cara pemberantasan korupsi tersebut, sesuai dengan tata hukum yang berlaku di negera kita Indonesia.

Pengertian Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.(Sumber:id.wikipedia.org)

Dalam UU RI No.30 Tahun 2003 tentang Komisi Pemberantasan tindak Pidana Korupsi ditegaskan bahwa  pemberantasan tidak pidana korupsi adalah serangkaian tindakan untuk mencegah dan memberantas tindak pidana korupsi melalui upaya koordinasi, supervisi, monitor, penyelidikan, penyidikan, penuntunan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan, dengan peran serta masyarakat berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.   
Pemerintah negara kita sejak jaman orde lama sampai sekarang sudah berupaya melakukan pemberantasan korupsi dengan membentuk berbagai lembaga atau komisi untuk memberantas korupsi di Indonesia namun hasilnya masih belum optimal. Berbagai kasus yang melibatkan berbagai orang dan golongan, adalah bukti dan kenyataan yang menggambarkan dengan jelas bagaimana praktik korupsi di Indonesia masih merajalela.

Nah warga belajar--sekalian, menurut kalian bagaimana sebaiknya cara pemberantasan korupsi itu?, berikan contoh salah satu kasus pelanggaran korupsi terbesar di Indonesia!. Untuk bahan analisa dan pembanding silakan kalian baca Modul belajar Pada Materi Pemberantasan Korupsi Di Indonesia,. yang telah di bagikan mulai pada halaman 29. 
More about CARA PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA

SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

Warga belajar dan siswa--sekalian, dalam pembahasan materi Pelajaran sejarah kali ini kita akan membahas tentang sejarah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Ada beberapa kerajaan Islam yang dapat ditemukan berdasarkan jejak sejarah yang dimulai dari masuknya agama Islam di Nusantara ini.

1. Masuknya agama Islam di Indonesia

Warga Belajar dan siswa--sekalian, pernahkah kalian mendengar cerita tentang kapan agama Islam masuk ke kepulauan Nusantara dan apa sebabnya Islam berkembang pesat serta mudah diterima oleh penduduk Indonesia? Perlu Anda ketahui bahwa agama Islam masuk dan berkembang di Indonesia dengan jalan damai dan tanpa kekerasan atau paksaaan.

Masuknya agama Islam di Indonesia sangat erat kaitannya dengan kegiatan pelayaran dan perdagangan pada masa lampau. kalian Ingat bahwa kegiatan pelayaran dan pedagangan di perairan nusantara telah berlangsung sejak awal tahun Masehi. Pada waktu itu banyak pedagang dari India dan Cina yang mengadakan hubungan dagang dengan pedagang-pedagang Indonesia. Kegiatan pelayaran dan perdagangan ini semakin hari semakin berkembang ramai. Selanjutnya pada sekitar abad ke-7 dan 8 pedagang-pedagang Islam dari Timur Tengah banyak yang datang berlayar ke selat Malaka hingga ke perairan Nusantara kita. Pada masa itu di Indonesia telah berdiri kerajaan terkenal bernama Sriwijaya. karena Sriwijaya ketika itu merupakan bandar terbesar, tempat singgah dan bongkar muat barang-barang dagangan yang dibawa para pedagang dari kepulauan Nusantara maupun dari luar, maka kemungkinan besar termasuk para pedagang dari Timur Tengah yang singgah pula di Sriwijaya. Oleh sebab itu para pedagang Islam yang telah mengenal Sriwijaya menyebutkan Sriwijaya dengan istilah Zabag atau Zabay.

Berkembangnya hubungan perdagangan antara pedagang-pedagang Islam dengan pedagang-pedagang Indonesia membawa pengaruh masuknya agama Islam ke Indonesia.

Pada umumnya para pedagang Islam sambil berdagang mereka memperkenalkan atau mengajarkan pula agama Islam kepada pedagang maupun penduduk setempat. Melalui hubungan dagang inilah penduduk Indonesia mengenal ajaran agama Islam untuk selanjutnya secara sadar mereka memeluk agama Islam.

Sekitar abad ke - 11 Islam telah sampai pula di pulau Jawa. Keterangan ini diperoleh berdasarkan bukti ditemukan sebuah batu nisan (makam) yang bertuliskan huruf Arab. Batu nisan yang berangka tahun 1082 ditemukan di Lereng (dekat Gresik). Tulisan pada batu nisan ini memuat keterangan tentang wafatnya seorang wanita bernama Fatimah binti Maimun.

Keterangan lain tentang berkembangnya agama Islam di Indonesia bersumber dari catatan perjalanan seorang yang bernama Marco Polo (1992). Dia adalah seorang musafir dari Venesia, Italia. Dalam perjalanan menuju Tiongkok (Cina yang ditempuh melalui laut, Marco Polo singgah di Aceh Utara. Dari persinggahannya itu ia menceritakan bahwa di Perlak banyak penduduk yang beragama Islam dan banyak pula pedagang dari Gujarat (India) yang giat menyiarkan agama Islam.

Berdasarkan keterangan tersebut di atas, jelas bahwa selain pedagang-pedagang dari Gujarat (India) yang aktif menyiarkan agama Islam di kepulauan Nusantara. Perlu diketahui bahwa pedagang-pedagang Gujarat sejak abad ke-10 telah menganut Islam.

Agama-agama Islam mula-mula berkembang di kota-kota dagang atau disekitar bandar tempat persinggahan pada pedagang Islam. Daerah yang mula-mula menjadi daerah Islam adalah Perlak dan Samudra Pasai. Kemudian meluas ke pulau Jawa seperti Gresik. Tuban, Demak, Cirebon dan Banten. Seharusnya ke pulau lainnya (Maluku, Sulawesi, Kalimantan dan sebagainya).

2. Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia

Berkembangnya agama Islam secara cepat dan meluas di Indonesia terutama di daerah pesisir karena adanya kontak dagang antara pedagang Islam dengan pedagang Indonesia. Para pedagang Islam dari Gujarat dalam menyiarkan agama Islam dengan cara bijaksana dan tanpa paksaan atau kekerasan. Sehingga banyak pedagang maupun penduduk Indonesia pada masal lampau yang tertarik kepada Islam. Selain itu ajaran Islam tidak mengenal kasta.

Makin kuatnya pengaruh Islam di kalangan penduduk mendorong tumbuhnya kerajaan-kerajaan Islam di kepulauan Nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam terkenal di Indonesia pada masa lampau dapat dijelaskan di bawah ini.

a. Kerajaan Islam Samudra Pasai

Pada abad ke-13 berdirilah kerajaan Islam pertama di Indonesia yaitu Samudra Pasai. Pendiri kerajaan ini sekaligus menjadi raja pertama bernama Sultan Malik al Saleh. Letak kerajaan berada di daerah Aceh Utara di Kabupaten Lokseumawe.

Kemudian pada tahun 1297 Sultan Malik al Saleh wafat untuk melanjutkan pemerintahan ia digantikan oleh putranya bernama Sultan Mahmud. Pada tahun 1326 Sultan Mahmud juga wafat. Selanjutnya pemerintahan kerajaan Islam Samudra pasai dipimpin oleh Sultan Ahmad yang bergelar Sultan Malik Al Tahir. Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad, kerajaan Samudra Pasai mendapat kunjungan Ibnu Batuta, utusan Sultan Delhi. Ibnu Batuta menceritakan bahwa Samudra Pasai merupakan bandar utama pelabuhan yang sangat penting. Karena di pelabuhan ini menjadi tempat bongkar muat barang-barang dagangan yang dibawa oleh para pedagang dari dalam dan luar negeri (India dan Cina).  

b. Kerajaan Islam Demak

Pada Abad ke-15 di Pulau Jawa berdiri kerajaan Islam Demak. Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Pendiri kerajaan ini bernama Raden Patah. Ia sebenarnya adalah salah seorang bupati di kerajaan Majapahit yang berkedudukan di Demak dan telah menganut Islam. Kekuasaan Majapahit ketika itu sudah lemah. Keadaan ini mendorong Raden Patah untuk mendirikan kerajaan Islam Demak. Dengan berdirinya kerajaan Islam Demak berarti Raden Patah telah melepaskan diri dari pengaruh kekuasaan Majapahit. Berdirinya kesultanan Demak mendapat dukungan pula dari daerah-daerah lain di Jawa Timur yang sudah Islam seperti Jepara. Tuban dan Gresik.

Masjid Demak
 Dalam waktu singkat Demak telah berkembang menjadi sebuah kerajaan besar. Di samping itu Demak menjadi pusat penyiaran agama Islam. Apalagi setelah malaka Jatuh (dikuasai) oleh Portugis (1511), maka kedudukan dan peranan Demak semakin penting.

Kedatangan penjajah Portugis di Malaka mengundang ketidaksenangan Sultan Demak. Karena hal itu merupakan ancaman pula terhadap kerajaan Demak. Pada tahun 1513 kerajaan Demak mengirim armada tentaranya dipimpin oleh Pati Unus untuk mengusir Portugis di Malaka mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan Potugis memiliki armada lebih kuta dan lengkap.

Meskipun usaha untuk merebut Malaka dari Potugis yang dilakukan Pati Unus mengalami kegagalan, namun peristiwa ini patut dibanggakan karena mereka gagah berani menghadapi bangsa penjajah.

Karena keberaniannya sebagai panglima yang memimpin penyerangan ke Malaka Maka Pati Unus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor artinya Pengeran yang menyeberangi laut ke Utara.

Kemudian pada tahun 1518 Raden Patah Wafat. Ia digantikan oleh putranya yaitu Pati Unus. Pemerintahannya hanya berlangsug selama 3 tahun karena setelah itu ia wafat. Selanjutnya kerajaan Islam Demak dipimpin oleh Sultan Renggono, Adim Pati Unus.

Sultan Trenggono dikenal sebagai raja yang tegas dan arif bijaksana. Karena itu pada masa pemerintahannya Demak mencapai puncak kejayaan. Daerah kekuasaannya meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur.

Di bawah pemerintahan Sultan Trenggono, Demak tetap antipati terhadap penjajah Potugis. Apalagi Portugis terus meluaskan jajahannya hingga ke Jawa Barat. Pada tahun 1522 Portugis datang ke Sunda Kelapa, pelabuhan utama kerajaan Pajajaran. Portugis menjalin kerjasama dengan raja Pajajaran dengan membuat kesepakatan untuk menghadapi pasukan Islam Demak. Portugis merencanakan mendirikan benteng di Sunda Kelapa.

Pada tahun 1527 kerajaan Islam Demak mengirimkan tentaranya dipimpin oleh Fatahilah untuk mengusir dan menghancurkan Potugis yang menduduki Sunda kelapa. Fatahillah beserta tentaranya berhasil mengusir orang-orang Portugis dan menguasai Sunda Kelapa. Kemudian oleh Fatahillah nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta artinya kemenangan. Sekarang Jayakarta menjadi Jakarta.

Sementara itu Demak berhasil menguasai Jawa Timur. Ekspedisi ke Jawa Timur ini dipimpin langsung oleh Sultan Trenggono. Tetapi dalam serangannya ke Pasuruan Tahun 1546, Sultan Trenggono gugur.

Setelah wafatnya Sultan Trenggono Timbullah pertentangan di kalangan keluarga sendiri. Petentangan bersumber pada siapa yang berhak mewarisi kerajaan. Berakhirnya kerajaan Islam Demak setelah Pangeran Adiwijoyo atau Joko Tingkir berhasil mengalahkan Arya Penangsang suka bertindak sewenang-wenang, sehingga banyak adipati yang menentang tindakannya tersebut. Joko Tingkir kemudian memindahkan keraton Demak ke Pajang (tahun 1568. Dengan demikian tamatlah riwayat Kerajaan Demak.

c. Kerajaan Islam Pajang
Pada tahun 1568 berdiri kerajaan Islam Pajang. Pendiri kerajaan ini adalah Sultan Adiwijoyo atau Joko Tingkir. Ia berhasil mengalahkan Arya penangsang raja Demak. Ia kemudian menindahkan pusat kerajaan dari Demak ke Pajang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa berdirinya kerajaan Islam Pajang erat kaitannya dengan kerajaan Demak.

Sultan Adiwijoyo atau Joko Tingkir adalah seorang yang suka menghargai pendukung atau pengikut yang turut bertempur bersamanya sewaktu menghadapi Arya Penangsang. Mereka yang telah berjasa oleh Sultan Adiwijoyo diberi hadiah penghargaan. Kedua orang yang dinilai sangat berjasa yaitu Kiai Ageng Pemanahan dihadiahi tanah di Mataram (sekitar Kotagede, dekat Yogyakarta). Sedangkan Kiai Panjawi dihadiahi tanah di Daerah Pati. Mereka sekaligus diangkat menjadi bupati di daerahnya masing-masing.

Bupati Surabaya diangkat sebagai wakil raja yang memiliki daerah kekuasaan meliputi Sedayu, Gresik, Surabaya dan Panarukan.

Kiai Ageng Pemanahan yang menjadi Bupati Mataram mempunyai seorang putra bernama Sutowijoyo. Ia memiliki bakat di bidang kemiliteran. Sutowijoyo lebih dikenal sebagai Senapti Ing Alaga (Panglima Perang). Karena itu setelah Kiai Ageng Pemanahan wafat pada tahun 1575, pemerintahan dilanjutkan oleh Sutowijoyo, putranya.

Dalam perkembangnya di Pajang terjadi pergolakan hebat. Setelah Sultan Adiwijoyo wafat pada tahun 1582, maka Arya Pangiri putra Sunan Prawoto (dari Demak) mencoba merebut kekuasaan dari Pangeran Benowo yang ketika itu menjadi penguasa Pajang menggantikan ayahnya, Sultan Adiwijoyo. pangeran Benowo meminta bantuan Sutowijoyo dalam menghadapi Arya Pangiri. Perebutan kekuasaan yang dilakukan Arya Pangiri tidak berhasil. Kemudian Pangeran Benowo menyerahkan kekuasaan Pajang kepada saudara angkatnya yang bernama Sutowojoyo karena tidak mampu lagi melanjutkan pemerintahan. Kemudian oleh Sutowijoyo pusat pemerintahan dipindahkan ke Mataram. Dengan demikian tamatlah kerajaan Pajang.


d. Kerajaan Islam Mataram
Pada tahun 1586 berdiri kerajaan Islam Mataram. Pendiri kerajaan ini bernama Sutowijoyo yang bergelar Panembahan Senopalti Ing Alaga Sayidin Pantagama. Letak kerajaan ini berada di Kotagede, Sebelah tenggara kota Yogyakarta. Ketika memerintah dikerajaan Mataram, banyak bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaannya. Diantara para bupati yang ingin melepaskan diri dari kekuasaannya adalah bupati Ponogorogo, Madiun, Kediri, Pasuruan, Surabaya, Cirebon dan Galuh. Namun upaya mereka untuk melepaskan diri tidak behasil karena Sutowijoyo dikenal memiliki keahlian di bidang kemiliteran berhasil mengatasi semua pemberontakan tersebut.

Kemudian pada tahun 1601 Sutowijoyo wafat. Ia dimakamkan di kOtagede. Meskipun demikian ia dinilai telah berhasil meletakan dasar-dasar yang kokoh bagi kerajaan Mataram. Selanjutnya setelah Sutowijoyo wafat, kerajaan Mataram diperintah oleh Mas Jolang atau Penembahan Seda ing Krapyak.

Pada awal pemerintahan terjadi lagi pemberontakan-pemberontakan yang masing-masing dilakukan oleh Demak dan Ponorogo. Tetapi Mas Jolang berhasil memadamkan pemberontakan tersebut. Pemberontakan terhadapnya tampaknya belum berakhir. Pda tahun 1612 Surabaya melakukan perlawanan. Mas Jolang kemudian mengirimkan tentaranya berusaha menumpas pemberontakan. Sementara upaya memadamkan pemberontakan terus berlangsung dan belum berhasil dipadamkan, Mas Jolang wafat. Ia dimakamkan di Kotagede.

Pengganti Mas Jolang bernama Adipati Martapura. Tetapi penggantinya ini tidak mampu menjalankan tugas pemerintahan karena keadaan fisik yang lemah serta sakit-sakitan. Selanjutnya untuk meneruskan pemerintahan Adipati Martapura diganti oleh Mas Rangsang. Ia ternyata orang kuat yang mampu memimpin pemerintahan. Pada masa pemerintahannya kerajaan Islam Mataram mencapai kemajuan yang pesat di bidang petanian, agama dan kebudayaan, Mataram ketika itu merupakan kerajaan terhormat dan disegani tidak hanya di pulau Jawa, tetapi juga di pulau-pulau lainnya.

Karya sastra berupa buku berjudul Sastra Gending merupakan hasil karya yang ditulis oleh Mas Rangsang sendiri. Wayang sebagai kesenian yang digemari rakyat berkembang pesat pula.Pada masa pemerintahan Mas Rangsang (tahun 1633) ditetapkan perhitungan tahun Islam didasarkan bulan. Oleh sebab itu Mas Rangsang sebagai raja yang lebih terkenal dengan sebutan Sultan Agung.


e. Kerajaan Islam Cirebon
Pada tahun 1522 berdiri kerajaan Islam Cirebon. Pendiri kerajaan yang sekaligus menjadi rajanya bernama Fatahillah. Ia sangat berjasa dalam mengislamkan Jawa Barat. Di bawah pemerintahannya kerajaan Islam Cirebon mencapai kejayaan. Daerah kekuasaanya bertambah luas. Kerajaan Islam Cirebon menjalin hubungan yang baik dengan kerajaan Islam Mataram. Pada thaun 1570 Fatahillah wafat. Selanjutnya ia digantikan oleh putranya bernama pangeran Pasarean. Dalam perkembangannya kemudian pada tahun 1679 kerajaan Islam Cirebon dibagi menjadi dua kerajaan yaitu Kasepuhan dan Kanoman.

Pada masa tersebut kedudukan VOC di Batavia semakin kuat. Mereka bermaksud meluaskan kekuasaannya ke Cirebon. Maka Belanda dan VOC-nya mengatur siasat dengan menerapkan politik adu domba atau Devide et Impera. Hal ini bertujuan untuk memperlemah kerajaan Islam Cirebon. Kerajaan Islam Cirebon yang sudah dipecah menjadi dua, oleh Belanda VOC dipecah lagi menjadi tiga masing-masing Kasepuhan, Kanoman dan Kacirebonan.

Dengan terpecahnya kerajaan Islam Cirebon menjadi tiga menyebabkan kerajaan Islam Cirebon semakin lemah kedudukannya. Keadaan ini terus dimanfaatkan oleh Belanda dan VOC untuk mengadu domba. Akhirnya padda abad ke-17 Cirebon berhasil dikuasai VOC.


f. Kerajaan Islam Banten
Pada tahun 1552 berdiri kerajaan Islam Banten. Pendiri kerajaan ini bernama Hasanuddin. Ia naik tahta menjadi raja di Banten setelah memperoleh mandat dari ayahnya Fatahillah. Seperti telah kita ketahui bahwa Fatahillah pada mulanya menguasai daerah Sunda Kelapa, Cirebon dan Banten.

Hasanuddin seperti juga ayahnya, giat menyiarkan agama Islam. Pada waktu itu kerajaan Pakuan Pajajran masih menganut agama Hindu. Kerajaan Islam Banten di bawah pemerintahan Hasanuddin makin hari makin kuat kedudukannya. Sementara itu kerajaan Pakuan makin terjepit dan lemah. Meskipun demikian ia tidak memanfaatkan untuk menyerang kerajaan Pakuan Pajajaran. Tetapi Hasanuddin meluaskan pengaruhnya ke Lampung. Bahkan kemudian ia menikah dengan putri Sultan Indrapura. Oleh mertuanya Hasanuddin dihadiahi tanah di daerah Selebar.

Setelah Hasanuddin wafat digantikan oleh putranya bernama Pangeran Yusuf. Ia meluaskan daerah kekuasaannya dan menaklukan Pakuan Pajaran (tahun 1579). Kemudian pada thaun 1580 Pangeran Yusuf wafat.

Setelah wafatnya Pangeran Yusuf, Kerajaan Islam Banten dipimpin oleh Maulana Muhammad. Pada tahun 1596 Maulana Muhammad berusaha meluaskan daerah kekuasaannya dengan mencoba menaklukan Palembang yang ketika itu menjadi saingan Banten di bidang perdagangan. Pada waktu itu Palembang diperintah oleh Ki Gede Ing Suro yang berasal dari Surabaya. Palembang nyaris jatuh ketangan Maulana MUahammad dan pasukannya. Tetapi karena Maulana Muhammad gugur di tengah pertempuran, maka serangan dihentikan dan tetara Banten ditarik mundur kembali ke Banten.

Setelah Maulan Muhammad wafat timbul persoalan di kalangan kerajaan karena yang seharusnya menggantikannya adalah putranya, Abdul Mufakkir. Tetapi pada waktu itu Abdul Mufakkir baru berumur 5 bulan. Maka pemerintahan sementara dipegang oleh seorang mangkubumi. DAlam perkembangannya kemudian muncul orang kuat bernama Pangeran Ranamenggala yang mengendalikan Banten mendampingi Abdul Mufakkir yang belum dewasa. Renamenggala wafat tahun 1624.

Kejayaan kerajaan Banten berlangsung sekitar tahun 1600. Pada waktu itu banten merupakan bandar pelabuhan terbesar. Banyak pedagang dari dalam dan luar pulau Jawa singgah untuk membeli maupun menjual lada, cengkeh, dan pala.

Kemunduran kerajaan Islam Banten terjadi sejak masa pemerintahan Sultan Abdul Mufakkir di mana Belanda terus melakukan blokade-blokade yang mengakibatkan sempitnya ruang gerak kerajaan Islam Banten. Walaupun demikian semangar rakyat Banten yang anti penjajah Belanda tetap menyala.

g. Kerajaan Islam Ternate dan Tidore

Pada abad ke-13 di Maluku telah berdiri beberapa kerajaan seperti ternate, Tidore, Bacan, dan Obi. Di antara kerajaan-kerajaan tersebut, ternyata kerajaan ternate dan Tidore yang berkembang lebih maju. Hal ini disebabkan hasil buminya yang berupa rempah-rempah terutama cengkeh. Banyak pedagang dari kepulauan Nusantara dan Timur tengah yang pergi berlayar ke Ternate. Para saudagar membawa barang-barang dagangan berupa pakaian, beras dan sebagainya untuk dipertukarkan dengan rampah-rempah.

Pada abad ke-14 agama Islam berkembang pesat di Ternate. Dalam perkembangannya kemudian Ternate berubah menjadi kerajaan Islam. Kerajaan ini dipimpin oleh Sultan Harun. Pada masa pemerintahannya orang-orang Portugis banyak yang datang berdagang di Maluku. Tetapi mereka sering berbuat onar seperti melakukan monopoli dagang secara paksa, bertindak sewenang-wenang, mencampuri urusan pemerintahan dalam negeri. Akibatnya sering terjadi pertempuran antara penduduk Maluku dengan orang-orang Portugis. Akhornya pada tahun 1570 Portugis dengan Sultan Ternate sepakat untuk melakukan perjanjian damai melalui perundingan. Tetapi Portugis menipu Sultan Harun sewaktu berada dalam perundingan, ia pun dibunuh oleh orang Portugis atas suruhan gubernur mereka.

Setelah Sultan Harun wafat, ia digantikan oleh putranya bernama Sultan Baabullah. Peristiwa pengkhiantan keji Portugis terhadap Sultan Harun menimbulkan kemarahan rakyat Maluku. Terlebih lagi Sultan Baabullah sebagai putranya. Ia bersumpah akan membalas dendam kematian ayahnya dengan mengenyahkan orang-orang Portugis dari bumi Maluku. Denan semangat yang membara Baabullah memimpin pasukannya bertempur melawan terntara Portugis. Perang berkobar selama 4 tahun lamanya (1570-1574. Akhirnya benteng Portugis di Ternate berhasil dikuasai Baabullah dan pasukannya. Orang-orang Portugis yang masih hidup menyerah. Kemudian mereka diperintahkan dengan segera angkat kaki dari Maluku khususnya Ternate. Sehak itu daerah Maluku Utara bersih, tidak diganggu lagi oleh orang-orang Portugis. Pada masa pemerintahannya kerajaan Islam Ternate mencapai zaman kejayaannya.

Sementara itu di kerajaan Tidore agama Islam pun bekembang pesat. Seperti halnya Ternate, kerajaan Tidore berubah menjadi kerajaan Islam Tidore yang dipimpin oleh sultan Tidore. Kedua kerajaan ini pada mulanya hidup berdampingan secara damai, saling menghormati kedaulatan masing-masing. Tetapi oleh bangsa Portugis dan Spanyol kedua kerajaan ini diadu domba. Sehingga nyaris terjadi petentangan yang menjurus perang. Untung saja kedua pimpinan kerajaan menyadari hal ini. Mereka tidak mau diadu domba dengan bangsa sendiri. Kemudian kerajaan ini bersatu, bahu-membahu dalam menghadapi Portugis.

h. Kerajaan Islam Makassar

Pada abad ke-16 di Sulawesi Selatan telah berdiri beberapa kerajaan seperti Gowa, Bone, Wajo, Luwu, dan Soppeng. Dalam perkembangannya kerajaan Gowa dan Tallo mengalami kemajuan yang lebih pesat dibandingkan yang lainnya. Hal ini disebabkan letak kerajaan ini  sangat strategis dan menguntungkan yakni terletak di tengah-tengah lalu-lintas pelayaran antara Malaka dan Maluku. Kedua kerajaan yaitu Gowa dan Tallo, yang rajanya telah menganut agama Islam bersepakat menyatukan kerajaan mereka menjadi kerajaan Islam Makassar. Rajanya bernama Sultan Alauddin. Ia semua bernama Daeng Manrabia, raja Gowa. Sedangkan Mangkubumi bernama Sultan Abdullah. Ia semua bernama karaeng Matoaya, raja Tallo.

Disamping memimpin pemerintahan, raja dan mangkubumi kerajaan Islam Makassar tersebut sangat giat pula dalam menyiarkan agama Islam. Oleh karena usahanya itu, Maka Makassar menjadi sebuah kerajaan Islam yang sangat kuat. Daerah kekuasaanya tidak hanya meliputi sebagian besar Sulawesi dan Pulau-pulau sekitarnya, melainkan juga sampai di bagian timur Nusa Tenggara.

Kerajaan Islam Makassar mencapai puncak kejayaannya ketika diperintah Sultan hasanuddin berkuasa (tahun 1654-1669). Ia adalah salah seorang cucu Sultan Alauddin, pendiri kerajaan Islam Makassar. Sultan Hasanuddin terkenal sangat gigih dalam menentang penjajah Belanda. Ketika Belanda dengan VOC-nya meminta kepada Sultan Hasanuddin agar melarang rakyatnya berdagang di Maluku, karena hal itu dianggap pelanggaran monopoli. maka Sultan hasanuddin dengan tagas menjawab: "Tuhan menciptakan dunia ini untuk kebahagiaan sekalian umat manusia. Ataukah tuan menyangka bahwa Allah mengecualikan pulau-pulau Maluku yang jauh dari tempat bangsa tuan ini semata-mata untuk perdagangan tuan".

Penjajahan belanda terus berupaya untuk menaklukan Sultan Hasanuddin. Pada waktu itu sedang terjadi perselsihan antara Sultan Hasanuddin dengan Aru Palaka, raja Bone dan Soppeng. Keadaan ini dimanfaatkan Belanda dengna menerapkan politik adu domba. Belanda dalam hal ini memihak Aru Palaka dan secara bersama memerangi Sultan Hasanuddin. Kemudian berkobar pertempuran hebat (tahun 1666-1669) antar Belanda (VOC) beserta Aru Palaka di satu pihak dengan Sultan Hasanuddin, dan Malaka Sultan Hasanuddin terdesak dan Makasar hampir jatuh ke tangan Belanda. Akhirnya Sultan Hasanuddin bersedia membuat perjanjian damai yang dikenal dengna perjanjian Bongaya (1667).

Walaupun perjanjian telah disepakati, namun Belanda yang licik selalu melanggar perjanjian dengan bertindak sewenang-wenang. Hal ini membangkitkan kembali kemarahan Sultan Hasanuddin. Kemudian ia mengangkat senjata kembali memerangi Belanda.

Dalam peperangan ini Sultan Hasanuddin mendapat tekanan hebat dari pasukan Belanda, maka akhirnya pada tahun 1669 Sultan Hasanuddin terpaksa menyerah dan Makassar pun dikuasai penjajah Belanda. Meskipun demikian dalam diri orang-orang Makassar tetap tumbuh semangat anti penjajahan. karena itu banyak diantara merek yang pergi merantau ke Madura, Banten dan sebagainya membantu daerah-daerah yang masih berperang melawan Belanda.

Kata-kata Penting :

Musafir:
Orang-orang yang sedang berpergian karena suatu tugas, berdagang, menyiarkan agama Islam dan lain-lain.

Keraton:
Tempat tinggal raja/ keluarga raja.

Sumber :
- Buku Modul sejarah Kesetaraan Paket B kelas VII tahun 2011  
- Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1980, Sejarah Umum I Untuk SMP, Jakarta
- Soeroto, 1968, Sejarah Indonesia dan Dunia Jilid 1 untuk SMP, Gajah Mada, Jakarta.
- Wikipedia.id
- Sumber gambar Google.
More about SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN ISLAM DI INDONESIA

PENINGGALAN-PENINGGALAN SEJARAH BERCORAK ISLAM

Warga belajar dan siswa--sekalian, masuk dan berkembangnya Agama Islam di Indonesia pada masa lampau tidak saja mempengaruhi kepada bentuk dan sistem pemerintahan seperti munculnya kerajaan-kerajaan Islam misalnya "Samudra Pasai, Aceh, Demak, Banten, Cirebon, Mataram, Makassar, Banjar, Ternate, dan Tidore, tetapi berkembangnya Islam berpengaruh pula pada perkembangannya kebudayaan Indonesia. Pengaruh Islam terhadap kebudayaan Indonesia ternyata lebih menonjol dibanding dengan agama-agama lainnya, Meskipun pada awalnya kebudayaan Hindu yang mewarnai, namun setelah agama Islam masuk dan berkembang, maka kebudayaan bercorak Islam lebih berpengaruh terhadap kebudayaan Indonesia. Sedangkan kebudayaan lama yang bercorak Hindu terbatas hanya pada daerah tertentu saja seperti Bali.

Kebudayaan bercorak Islam terlihat pada peniggalan sejarah berupa bangunan seperti Masjid, Kraton. Ada pula berbentuk makan atau batu nisan, kerajinan ukir-ukiran dan kesusastraan.

a. Masjid

Masjid kuno peninggalan sejarah di Indonesia umumnya menunjukan gaya Indonesia asli. Bentuk bujursangkar atau bersusun. Kadang-kadang hingga lima tingkat. Di sekitar masjid terdapat kolam berisi air. Gunanya untuk berwudhu, yaitu bersuci sebelum melaksanakan sholat. Mihrabnya melengkung seperti kepala makara. Mimbarnya menyerupai bentuk teratai. Bentuk seperti meru dengan hiasan bermotif tumbuh-tumbuhan atau hewan. Masjid-masjid ini biasanya mempunyai gapura dan pintu seperti kraton dan candi. Diantara masjid-masjid kuno yang terkenal seperti masjid Demak, Masjid Sendang-Duwur, Masjid Agung Kasepuhan Cirebon, Masjid Agung Banten, Masjid Baturrahman di Aceh dan sebagainya.

b. Kraton

Kraton adalah suatu bangunan yang luas tempat kediaman raja atau bupati. Di sekitar kraton terdapat parit atau sungai. Gunanya untuk menahan seranga musuh. Sedangkan di dalam kraton terdapat bagian-bagian seperti pagelaran, siti hinggil dan sebagainya.

Di depan kraton di kota-kota Jawa, terdapat lapangan yaitu alun-alun. Karaton di Jawa selalu menghadap ke Utara. Sekitar kraton dibuat kubah dengan gapura dan pintuny. Bagian dalam kraton disebut dalem bagi kraton Jawa dan dalam bagi kraton Aceh.

c. Nisan

Nisan merupakan benda terbuat dari batud yang pergunakan pada makam (tempat kubur) seseoran. Pda batu nisan memuat keterangan tentang nama dankapa wafatnya seseorang. Pengaruh agama Islam terlihat pula pada bentuk nisan yang digunakan pada makam.

d. Seni Hias'

Seni hias yang meliputi seni pahat dan ukir banyak pula dipengaruhi oleh perkembangan Islam. Pengaruh Islam terutama pada pemakaian huruf Araf di atas ukiran/lukisan yang dibuat.

e. Kaligrafi

Kaligrafi merupakan seni huruf yang menggunakan huruf Arab atau huruf Al-Qur'an telah pula berkembang dengan pesat. kaligrafi sebagai karya seni yang bersumber dari pengaruh perkembangan Islam di Indonesia umumnya dapat dijumpai di tempat peribadatan terutama masjid kuno, di museum kraton (seperti Museum kraton Kanoman dan Kasepuhan) dan lain-lain. Perhatikan beberapa contoh kaligrafi di bawah ini.

e. Kesusastraan Islami

Dalam bidang kesusastraan telah banyak karya sastra yang telah ditulis oleh para pemikir dan ulama Islam. Hasil karya mereka menambah perbendaharaan kesusastraan Indonesia. Karya sastra dalam bentuk syair Melayu misalnya (syair Perahu, Syair si Burung Pingai) ditulis oleh Hamzah Fansuri, Hikayat Banjar dan Hikayat Kutai, Hikayat Raja-raja Pasai, kemudian cerita tentang Amir Hamzah, 1001 Malam, Bayan Budiman, Jauhar Manikam. Bukhari Al Jauhari menulis karya sastra berjudul Tajus Salatin dan sebagainya.

Sumber: disarikan dari berbagai sumber !!.
More about PENINGGALAN-PENINGGALAN SEJARAH BERCORAK ISLAM

SIFAT DAN MACAM-MACAM PERILAKU MENYIMPANG

Warga Belajar dan siswa--sekalian, Perilaku menyimpang adalah perilaku yang oleh masyarakat dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Perilaku disebut menyimpang diukur dari berdasarkan ukuran norma atau nilai sosial dari suatu masyarakat tertentu. Contoh., perilaku hidup pra nikah. Di Indonesia perilaku itu dianggap menyimpang dan melanggar aturan, tetapi bagi masyarakat Barat perilaku tersebut dianggap sebagai perilaku yang biasa.

Sifat dan Macam-macam Perilaku Menyimpang
a. Sifat Penyimpangan

Sifat perilaku menyimpang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu penyimpangan yang bersifat positif dan penyimpangan yang negatif.

1) Penyimpangan yang bersifat positif

Penyimpangan yang bersifat positif adalah penyimpangan yang tidak sesuai dengan norma atau nial sosial yang belaku, tetapi mempunyai dampak positif terhadap sistem sosial. Penyimpangan ini dapat diterima oleh masyarakat karena adanya perubahan sosial. Misalnya, perubahan peran perempuan yang sekarang relatif lebih mandiri, mempunyai persamaan hak dengan pria dalam hal mengejar karir.

2) Penyimpangan yang bersifat negatif

Penyimpangan yang negatif pada umumnya berakibat buruk dan mengganggu tatanan sosial masyarakat. Bobot penyimpangan yang negatif diukur menurut aturan sosial yang dilanggar. Pelanggaran terhadap norma sosial dan adat istiadat biasanya dinilai lebih berat dibanding terhadap tata cara dan sopan santun. Misal, pembunuhan, perampokan, atau perkosaan.


b. Macam-macam perilaku menyimpang

Setiap tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat dianggap sebagai penyimpangan. Ada beberapa macam penyimpangan yang ada di masyarakat, apda umumnya digolongkan sebagai berikut :

1) Kegiatan atau tindakan kriminal

Kejahatan atau tindakan kriminal adalah tindakan ydang bertentangan dengan norma hukum, norma sosial, dan norma agama yang berlaku di masyarakat setempat. Macam tindakan kriminal atau kejahatan adalah pencurian, kekerasan fisik atau penganiayaan, pembunuhan, korupsi, terorisme. Tekanan ekonomi atau kemiskinan seringkali menjadi pemicu tindak kejahata. Meskipun tidak semua kemiskinan menjadi faktor perilaku menyimpang, semua tergantung pada daya tahan seseorang menghadapi persoalan hidup. Seperti contoh gambar dibawah ini, sejumlah warga nekad mendirikan gubuk-gubuk liar di sepanjang rel kereta api. Hal ini menimbulkan permasalahan baru, karena kondisi pemukiman yang tidak sehat. Kondisi ini memungkinkan munculnya perilaku menyimpang.

Gaya hidup konsumtif di kalangan kelas menengah ke atas mendorong orang untuk mendapatkan kekayaan dengan jalan pintas.

Korupsi merupakan penyimpangan yang marak di Indonesia. Korupsi disebut sebagai kejahatan kerah putih, adalah tipe kejahatan yang dilakukan oleh orang dengan status sosial tinggi dalam kaitannya dengan pekerjaannya. Sedangkan, kejahatan terorganisasi adalah tipe kejahatan yang pelakunya merupakan kelompok yang terorganisirsecara rapi. Misalnya, penyeludupan kayu ilegal, penambangan emas tanpa ijin, penyeludupan gula impor ilegal, Kejahatan yang dilakukan dengan mengatasnamakan organisasi dengan tujuan meraih keuntungan tinggi disebut kejahatan korporat. Misalnya, perusahaan yang membuang limbah industrinya tidak sesuai aturan dan penduduk sekitar menderita penyakit akibat pencemaran limbah perusahaan itu.

2. Penyimpangan seksual

Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak sesuai dengan norma sosial di masyarakat. Misalnya, homoseksual atau lesbian, kumpul kebo, perzinahan, sodomi, dan pedophilia.

3. Pemakaian dan Pengedaran Obat Terlarang

Pemakaian dan pengedaran obat terlarang merupakan perilaku menyimpang yang tidak sesuai dengan norma sosial. Contoh obat terlarang, yaitu narkotika, dan psikotropika. Dampak yang buruk terjadi tidak hanya pada fisik dan mental pencandunya, tetapi juga masa depan generasi muda. Pda umumnya pemakaian obat terlarang adalah kamu remaja, dan ini disebabkan perkembangan emosi yang belum stabil, lingkungan yang memengaruhi, depresi dan sebagainya.

Nah... menurut kalian jika merokok di bawah umur ketika masih sekolah, apakah juga termasuk perilaku menyimpang?...

Sumber: Buku Modul kesetaraan Paket C Kelas X tahun 2011
Gambar : Google      
More about SIFAT DAN MACAM-MACAM PERILAKU MENYIMPANG