Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

100 JUDUL PENELITIAN ILMIAH - PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) LENGKAP Bag I

Aplikasi Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Asesmen Autentik untuk Meningkatkan Pembelajaran PSKn Kelas IV di SDI Sabilillah Malang

Aplikasi Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Asesmen Autentik untuk Meningkatkan Pembelajaran PSKn Kelas IV di SDI Sabilillah Malang

Bruner untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SD Karunadipa Palu terhadap Konsep Keliling dan Luas Daerah Bangun Datar

Bruner untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SD Karunadipa Palu terhadap Konsep Keliling dan Luas Daerah Bangun Datar

Dengan Melalui Simulasi Permainan Dadu Yang Unik Akan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di SMP

Dengan Melalui Simulasi Permainan Dadu Yang Unik Akan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Di SMP

Dramatisasi Cerita Bergambar untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Berekspresi Sastra di Sekolah Dasar

Dramatisasi Cerita Bergambar untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Berekspresi Sastra di Sekolah Dasar

Efektivitas Model Pembelajaran Rogers dalam Mengatasi Kesulitas Siswa Memahami Konsep Matematika Pokok Bahasan Bentuk Pangkat, Akar dan Logaristma di Kelas X Madrasah Aliyah Pesri Kendari

Efektivitas Pembelajaran Kimia Kelas X Semester I SMA Swadhipa Natar melalui Penerapan Metode Eksperimen Berwawasan Lingkungan

Efektivitas Pembelajaran Kimia Kelas X Semester I SMA Swadhipa Natar melalui Penerapan Metode Eksperimen Berwawasan Lingkungan
Efektivitas Model Pembelajaran Rogers dalam Mengatasi Kesulitas Siswa Memahami Konsep Matematika Pokok Bahasan Bentuk Pangkat, Akar dan Logaristma di Kelas X Madrasah Aliyah Pesri Kendari

Efektivitas Pendekatan Cooperative Learning dalam Meningkatkan Hasil IPA di SDN 62 Pare-Pare


Efektivitas Pendekatan Cooperative Learning dalam Meningkatkan Hasil IPA di SDN 62 Pare-Pare


Efektivitas Problem Solving dengan Memanfaatkan Alat Peraga dalam Pembelajaran Geometri di Kelas VIII B SMP Negeri 2 Demak Tahun 2006

Efektivitas Problem Solving dengan Memanfaatkan Alat Peraga dalam Pembelajaran Geometri di Kelas VIII B SMP Negeri 2 Demak Tahun 2006

Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Kerja Kolompok Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa Sekolah Dasar…. Tahun Pelajaran 2010/2011


Implementasi Konseling Perkembangan dalam Pembelajaran sebagai Model Pembiasaan Perilaku Belajar Siswa SD Negeri 064018 di Medan Sunggal

Implementasi Konseling Perkembangan dalam Pembelajaran sebagai Model Pembiasaan Perilaku Belajar Siswa SD Negeri 064018 di Medan Sunggal

Implementasi Metode Pembelajaran SQ3R Berbantuan LKS untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Singaraja

Implementasi Metode Pembelajaran SQ3R Berbantuan LKS untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Singaraja

Implementasi Metode RME (Realistics MathematicEducation) Guna Meningkatkan Prestasi Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Materi Nilai Tempat Sebuah Bilangan Pada Siswa Kelas V  SD Negeri……Tahun 2010/2011

Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Semester 1 SMA YP UNILA Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2005/2006

Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Portofolio untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas X Semester 1 SMA YP UNILA Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2005/2006

Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Terpimpin dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Singaraja

Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Terpimpin dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Singaraja

Implementasi Model Pembelajaran Reasoning and Problem Solving Berbasis Open-Ended Problem untuk Meningkatkan Kompetensi Penalaran dan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja

Implementasi Model Pembelajaran Reasoning and Problem Solving Berbasis Open-Ended Problem untuk Meningkatkan Kompetensi Penalaran dan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja

Implementasi Pendekatan Matematika Realistik Berbantuan LKS dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPS dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP

Implementasi Pendekatan Matematika Realistik Berbantuan LKS dengan Model Pembelajaran Kooperatif TPS dalam Meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP


Implementasi Pendekatan Pembelejaran Kooperatif dalam Pembelajaran Biologi Semester Gasal Tahun Ajaran 2005/2006 untuk Mengatasi Rendahnya Pemahaman Siswa


Implementasi Pendekatan Pembelejaran Kooperatif dalam Pembelajaran Biologi Semester Gasal Tahun Ajaran 2005/2006 untuk Mengatasi Rendahnya Pemahaman Siswa


Implementasi Perangkat Model Bangun Ruang Sisi Lengkung dalam Pembelajaran Pokok Bahasan Tabung, Kerucut dan Bola di Kelas II SMP Negeri 1 Palu


Implementasi Perangkat Model Bangun Ruang Sisi Lengkung dalam Pembelajaran Pokok Bahasan Tabung, Kerucut dan Bola di Kelas II SMP Negeri 1 Palu


Implementasi Perangkat Model Geometri Molekul dalam Pembelajaran Pokok Bahasan Teori Domain Elektro dan Gaya Antarmolekul di Kelas XI SMU Negeri 1 Palu


Implementasi Perangkat Model Geometri Molekul dalam Pembelajaran Pokok Bahasan Teori Domain Elektro dan Gaya Antarmolekul di Kelas XI SMU Negeri 1 Palu


Implementasi Portofolio Berbasis Asesmen Autentik untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan hasil Pembelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa


 Implementasi Portofolio Berbasis Asesmen Autentik untuk Meningkatkan Kualitas Proses dan hasil Pembelajaran Matematika di SMA Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa


Implementasi Strategi 5E dengan Bahan Ajar Bermuatan Perubahan Konseptual sebagai Upaya Mengubah Miskonsepsi, dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMPN 6 Singaraja


Implementasi Strategi 5E dengan Bahan Ajar Bermuatan Perubahan Konseptual sebagai Upaya Mengubah Miskonsepsi, dan Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMPN 6 Singaraja


Implementasi Teori Belajar Action, Process, Object, Schema dengan Menggunakan Pendekatan Siklus: Activities, Class-Discussion, Exercise untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP


Implementasi Teori Belajar Action, Process, Object, Schema dengan Menggunakan Pendekatan Siklus: Activities, Class-Discussion, Exercise untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP


Implementasi Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Tari Puspawresti Pada Siswa Kelas VIII D Semester Ganjil SMP Negeri


Implementasi Tutor Sebaya Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Prestasi Belajar Tari Puspawresti Pada Siswa Kelas VIII D Semester Ganjil SMP Negeri


Integrasi Outdoor Learning Dan Indoor Learning Dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Di TK


Integrasi Outdoor Learning Dan Indoor Learning Dalam Meningkatkan Kemandirian Anak Di TK


Kolaborasi Pendekatan Struktural dengan Pendekatan Kontekstual Melalui Metode Diskusi dalam Mengoptimalisasikan Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIII MTsN Lubuk Linggau


Kolaborasi Pendekatan Struktural dengan Pendekatan Kontekstual Melalui Metode Diskusi dalam Mengoptimalisasikan Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa Kelas VIII MTsN Lubuk Linggau


Memanfaatkan Metode Debat Secara Formal untuk Mengoptimalkan Pemahaman Bioetika pada Pembelajaran Materi Kesehatan Reproduksi Siswa Kelas XI MAN 1 Banjarmasin


Memanfaatkan Metode Debat Secara Formal untuk Mengoptimalkan Pemahaman Bioetika pada Pembelajaran Materi Kesehatan Reproduksi Siswa Kelas XI MAN 1 Banjarmasin


Meminimalkan Kesalahan Operasi Hitung Bentuk Aljabar Siswa Kelas II MTsN Kenali Besar Jambi Melalui Penggunaan Pita Garis Bilangan


Meminimalkan Kesalahan Operasi Hitung Bentuk Aljabar Siswa Kelas II MTsN Kenali Besar Jambi Melalui Penggunaan Pita Garis Bilangan


Meminimalkan Kesalahan Siswa Kelas III-IPA SMAN 1 Banjarmasin dalam Menyelesaikan Persamaan Trigonometri Melalui Strategi Konflik Kognitif dan Problem Solving dalam Pembelajaran Kooperatif


Meminimalkan Kesalahan Siswa Kelas III-IPA SMAN 1 Banjarmasin dalam Menyelesaikan Persamaan Trigonometri Melalui Strategi Konflik Kognitif dan Problem Solving dalam Pembelajaran Kooperatif

Menciptakan Iklim Pembelajaran Sejarah yang Menyenangkan melalui Snowball Drilling Method


Menciptakan Iklim Pembelajaran Sejarah yang Menyenangkan melalui Snowball Drilling Method


Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas III SMPN 24 Banjarmasin pada Materi Ajar Listrik Dinamis dengan Menerapkan Teknik Pemodelan dalam Setting Pembelajaran Generatif


Mengatasi Miskonsepsi Siswa Kelas III SMPN 24 Banjarmasin pada Materi Ajar Listrik Dinamis dengan Menerapkan Teknik Pemodelan dalam Setting Pembelajaran Generatif


Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Konsep Peluang melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas XI MA Mualimat NW Pancor Lombok Timur NTB


Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Konsep Peluang melalui Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas XI MA Mualimat NW Pancor Lombok Timur NTB


Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Sistem Gerak Melalui Penerapan Strategi Concept Mapping pada Kelas II.2 SMPN 12 Kendari


Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pokok Bahasan Sistem Gerak Melalui Penerapan Strategi Concept Mapping pada Kelas II.2 SMPN 12 Kendari


Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Terhadap Konsep Gelombang Mekanik Melalui Pendekatan Kooperatif Model Tgt Menggunakan Figjig Pada Kelas III IPA SMA Negeri


Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Terhadap Konsep Gelombang Mekanik Melalui Pendekatan Kooperatif Model Tgt Menggunakan Figjig Pada Kelas III IPA SMA Negeri


Meningkatkan Kefahaman Pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Dengan Menggunakan Pembelajaran Modeling Pada Kelas Dua Tahun Pelajaran………


Meningkatkan Kemampuan Aspek Psikomotor melalui Pembelajaran Berbasis Laboratorium pada Materi Termokimia di SMA Negeri 1 Jombang


Meningkatkan Kemampuan Aspek Psikomotor melalui Pembelajaran Berbasis Laboratorium pada Materi Termokimia di SMA Negeri 1 Jombang


Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Kelas VII SMPN 5 Bandar Lampung melalui Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)


Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Siswa Kelas VII SMPN 5 Bandar Lampung melalui Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)


Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan Wacana Berbahasa Inggris Siswa Kelas XI dengan Text-Based Listening di SMAN I Natar Lampung Selatan


Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan Wacana Berbahasa Inggris Siswa Kelas XI dengan Text-Based Listening di SMAN I Natar Lampung Selatan


Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui Pendekatan Matematika Realistik di Kelas 7 SMPN 1 Kotamadya Bengkulu


Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah melalui Pendekatan Matematika Realistik di Kelas 7 SMPN 1 Kotamadya Bengkulu


Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VI SD Negeri 32 Poasia Kendari dalam 

Menyelesaikan Soal Matematika Berbentuk Cerita Melalui Pendekatan Matematika Realistik

Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VI SD Negeri 32 Poasia Kendari dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berbentuk Cerita Melalui Pendekatan Matematika Realistik
 

Meningkatkan Keterampilan Menulis Wacana Argumentasi Siswa Kelas X SMA Negeri

Meningkatkan Keterampilan Merumuskan Kesimpulan Melalui Penggunaan Peta Konsep pada Pengelompokan Makhluk Hidup Mata Pelajaran Sains-Biologi di Kelas VII-1 SMP Negeri 9 Kendari


Meningkatkan Keterampilan Merumuskan Kesimpulan Melalui Penggunaan Peta Konsep pada Pengelompokan Makhluk Hidup Mata Pelajaran Sains-Biologi di Kelas VII-1 SMP Negeri 9 Kendari


Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas III IPA SMA Negeri 8 Kendari Melalui Model Pembelajaran Inquiri


Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Siswa Kelas III IPA SMA Negeri 8 Kendari Melalui Model Pembelajaran Inquiri


Meningkatkan Kompetensi Dasar Siswa Kelas IX SMP 25 Semarang dalam Pokok Bahasan Lingkaran melalui Penerapan Cooperative Learning Tipe TGT Bercirikan CTL


Meningkatkan Kompetensi Dasar Siswa Kelas IX SMP 25 Semarang dalam Pokok Bahasan Lingkaran melalui Penerapan Cooperative Learning Tipe TGT Bercirikan CTL


Meningkatkan Kualitas Hasil dan Proses Pembelajaran Siswa tentang Kinematika Melalui Pembelajaran Multimodel Berbasis CTL pada Siswa Kelas X SMAN 1 Kabupaten Pontianak


Meningkatkan Kualitas Hasil dan Proses Pembelajaran Siswa tentang Kinematika Melalui Pembelajaran Multimodel Berbasis CTL pada Siswa Kelas X SMAN 1 Kabupaten Pontianak


Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Keterampilan Menyimak dan Berbicara Bahasa Inggris di SMPN 1 Jember melalui Learning Community dengan Teknik Permainan Komunikatif


Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Keterampilan Menyimak dan Berbicara Bahasa Inggris di SMPN 1 Jember melalui Learning Community dengan Teknik Permainan Komunikatif


Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Konsep Keanekaragaman Hayati melalui Penerapan Model Investigasi Kelompok di SMA 9 Semaran


Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Konsep Keanekaragaman Hayati melalui Penerapan Model Investigasi Kelompok di SMA 9 Semaran


Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menyimak, Membaca, dan Menulis Bahasa Inggris Siswa SMP 1 Jember melalui Cerita


Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menyimak, Membaca, dan Menulis Bahasa Inggris Siswa SMP 1 Jember melalui Cerita


Meningkatkan Partisipasi Siswa Kelas VII SMP Maryam Surabaya dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw


Meningkatkan Partisipasi Siswa Kelas VII SMP Maryam Surabaya dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw


Meningkatkan Pemahaman dan Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas X SMAN 4 Kendari dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif


Meningkatkan Pemahaman dan Hasil Belajar Bangun Ruang Siswa Kelas X SMAN 4 Kendari dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif


Meningkatkan Pemahaman Siswa SLTPN 8 Jember tentang Kesebangunan dengan Penemuan Terbimbing (Guide Discovery)


Meningkatkan Pemahaman Siswa SLTPN 8 Jember tentang Kesebangunan dengan Penemuan Terbimbing (Guide Discovery)


Meningkatkan Penguasaan Konsep Matematika Pokok Bahasan Statistika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Kendari


Meningkatkan Penguasaan Konsep Matematika Pokok Bahasan Statistika dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Kendari


Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Arab melalui Permainan (Studi di Sekolah Dasar Muhammadiyah 8 KH. Mas Mansur Malang)






100 JUDUL PENELITIAN ILMIAH - PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) LENGKAP Bag 2 di sini !!.

Sumber: http://biotakson.blogspot.com/2013/01/532-kumpulan-judul-penelitian-tindakan.html
More about 100 JUDUL PENELITIAN ILMIAH - PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) LENGKAP Bag I

ISTILAH-ISTILAH PENTING MEDIS

Berikut ini adalah istilah-istilah dalam medis yang sangat penting yang sering kita temukan sehari-hari, misalnya dalam petunjuk-petunjuk kesehatan, brosur obat, leaflet penanganan penyakit dsb. Sebagian besar istilah medis yang dijumpai berasal dari bahasa yunani kuno (G=greek) dan latin (L=latin) namun sejalan dengan perkembangan banyak tambahan istilah bahasa perancis, jerman, dan angelo saxon. Berdasarkan perbendaraan istilah medis banyak istilah organ tubuh berasal dari bahasa latin dan istilah penyakit berasal dari bahasa yunani kuno.Untuk mengenal istilah-istilah itu dapat kita lihat dalam istilah penting medis berikut ini :

ANTISEPTIK                                        :  Mematikan Kuman
ANALGETIK                                        :  Menghilangkan rasa nyeri
ANTIPIRETIK/ FEBRIFUGA              : Menurunkan demam
ABOETIVUM                                       :  Mengakibatkan keguguran
ANTELMINTIK                                   :  Menyeluruh/ mengeluarkan cacing
ANTIDOTA                                           : Menyeluruh/ Penawar bisa
ANTIPERIODIK                                   : Mencegah penyakit yang selalu kambuh
ANTISPASMODIK                               : Meredakan kejang
AFRODISIAK                                       : Menguatkan lemah syahwat
ANHIDROTIK                                      : Mengurangi keluarnya keringat
BAKTERI                                              : Organisme mikroskopik penyebab infeksi dan sakit 
KARMINATIF                                       : Peluruh air kencing
DIAFORETIK/SUDORIFIK                 : Meluruh/ memperbanyak keringat
DEURETIK                                           : Peluruh air kencing
EMETIK                                                : Menimbulkan muntah 
EMMENAGOGA                                  : Membersihkan Haid
EMOLLIENSIA                                    : Menghaluskan / melemaskan kulit

INSEKTISIDA                                      : Membunuh serangga
LAKTIFUGA                                        : Menghentikan/ mengurangi keluarnya air susu
LAKTOGOGA                                      : Menderaskan keluarnya air susu
NARKOTIK                                          : Membius
PURGATIF                                            : Urus-urus (cuci perut)
REFRIGEREN                                       :  Menghilangkan dahaga/ mendinginkan
SEDATIF                                                : Penenang
STIMULAN                                           : Membangkitkan/ penenang
STOMACHIK                                        : Menguatkan lambung/ membangkitkan darah
TONIK                                                    : Menguatkan
EKSPEKTORAN                                   : Memudahkan batuk/ mengeluarkan darah
HAIR TONIK                                         : Memperkuat/ menumbuhkan rambut
DIABETIK                                             : Kencing manis
LAKSATIF                                             : Pencahar/ urus-urus
AMARUM                                              : Memacu nafsu makan/ zat bersifat pahit membangkit selera
ALTERATIF                                          : Memacu enzim-enzim pencernaan
KHOLAGOGA                                      : Peluruh empedu
DESSINFEKTAN                                  : Mematikan hama
ASTRIGEN                                            : Memperkecil pori-pori/ menciut selaput lendir
FLOUR ALBUS                                     : Keputihan
LIMOTISIS                                            : Banyak lemak/ penimbunan lemak
LITOTRIPTIK                                        : Menghancurkan batu pada kemih
KORIGEN                                              : Merubah bau/ rasa yang tidak enak
AROMATIK                                           : Mengharumkan
DISMENOHOE                                      : Haid terasa nyeri
HAEMOSTATIK                                    : Mengurangi pendaharan
ROBORANSIA                                      : Menyegarkan
VERMIFUGA                                        : Peluruh cacing
HIPERTENSI                                         : Tekanan darah tinggi
HIPOTENSI                                           : Tekanan darah rendah
VIRUS                                                    : Parasit Berukuran Mikroskopik


More about ISTILAH-ISTILAH PENTING MEDIS

PELAKU EKONOMI DAN PENGATUR EKONOMI DI INDONESIA

Di Indonesia kegiatan ekonomi melibatkan juga pelaku dan pengatur ekonomi Indonesia. hal ini dapat dilihat dalam uraian berikut ini;

1. Pelaku Kegiatan Ekonomi

Seperti diketahui, bahwa inti dari kegiatan ekonomi meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi. Sekarang coba kamu perhatikan sekitar tempat tinggal, pasti banyak terlihat kegiatan-kegiatan tersebut. Kegiatan itu dapat dilakukan oleh rumah tangga keluarga, seperti menghasilkan barang-barang kerajinan, berjualan dan mengkonsumsi barang untuk pemenuhan kebutuhan.

Pehatikan Gambar berikut;
Gambar Sektor Formal Ekonomi Indonesia

Demikian juga anda bisa melihat banyak perusahaan-perusahaan besar, seperti pabrik susu, pabrik tekstil, pakaian jadi, pabrik radio, pabrik kendaraan dan sebagainya.

Perusahaan-perusahaan tersebut selain memproduksi juga mengkonsumsi bahan-bahan baku, bahan penolong, dan menggunakan tenaga kerja. Perusahaan-perusahaan besar ini biasanya merupakan gabungan dari kelompok orang pemilik modal. Baik yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga maupun yang dilakukan oleh kelompok orang, sebagai pelaku kegiatan ekonomi, dikenakan dnegna badan usaha swasta.

Kita juga bisa melihat usaha-usaha yang dilakukan oleh koperasi, seperti Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Angkutan, Koperasi Nelayan dan lain sebagainya. Di Indonesia koperasi merupakan salah satu pelaku kegiatan ekonomi yang sangat membantu masyarakat.
 
Selain badan usaha swasta dan koperasi, pemerintah juga tidak tinggal diam dalam masalah kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang secara langsung dilakukan oleh Pemerintah adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN ini secara langsung aktif dalam kegiatan produksi, distribusi, konsumsi, dan pelayanan. Sebagai contoh Perusahaan Umum, PT. KAI. PERUM Pegadaian, PT. PLN, PERUM PERUMNAS, PERUM PERURI, dan sebagainya.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia adalah :
a. Usaha swasta
b. Koperasi
c. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)


2. Pengatur Kegiatan Ekonomi

Yang disebut sebagai pengatur ekonomi di Indonesia adalah Perentah dengan perannya sebagai pengatur ekonomi. Selain melakukan kegiatan ekonomi secara langsung, melalui BUMN, pemerintah melalui kebiajakan-kebijakannya mengatur perekonomian secara umum. Adapun peranan pemerintah sebagai pengatur ekonomi antara lain :

a. Menjamin pemenuhan kebutuhan vital bagi masyarakat
Contohnya: Dengan BUMN yang menghasilkan bahan bakar, listrik, jasa angkutan dan sebagainya.

b. Menjamin pemerataan distribusi bahan pokok
Contohnya: adanya badan usaha logistik (Bulog)

c. Menstabilisasi harga.
Contohnya: mengadakan operasi pasar atau mengadakan larangan kenaikan harga

d. Mendorong pertumbuhan industri dalam negeri
Contohnya: mengadakan proteksi/perlindungan terhadap produk tertentu dengan larangan impor/pembatasan impor.

e. Memperluas lapangan kerja.
Contoh: mendorong perkembangan industri yang banyak menyerap tenaga kerja.

f. Mendorong adanya kerjasama antara BUMN, usaha swasta dan koperasi melalui Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
More about PELAKU EKONOMI DAN PENGATUR EKONOMI DI INDONESIA

MISI PENDIDIKAN FORMAL DI SEMUA LEVEL

Kenyataan persoalan yang dihadapi dunia pendidikan dewasa ini adalah bagaimana upaya mempersiapkan murid menjadi manusia yang tangguh fisik dan psikisnya. Terlalu sering guru, sekolah dan orang tua memandang para siswa bukan sebagai “human being” akan tetapi sebagai objek yang selalu disalahkan mempunyai prestasi rendah, “handicapped”,mempunyai IQ rendah, mempunyai gangguan emosional, gangguan seksual dan sebagainya. Pengelompokkan semacam ini tidak hanya akan merendahkan konsep diri (self-concept) dan harga diri peserta didik, tetapi membiaskan harapan guru dan karena itu merendahkan kualitasinstruksional (pengajaran).

Dunia pendidikan saat ini akan terus menerus dihadapkan pada berbagai tuntutan baru seiring dengan kemajuan jaman, karenanya harus mampu mengamati berbagai kecenderungan dan membuat antisipasi yang sebaik-baiknya untuk menyesuaikan penyelenggaraan sistem pendidikan nasional dengan perkembangan di masa depan, selain itu kita dituntut untuk bekerja lebih kreatif, kompetitif dan tahan menghadapi tekanan lingkungan. 

Permasalahan pendidikan di tingkat pendidikan dasar sampai dengan sekolah menengah adalah muatan kognitif dalam proses belajar mengajar lebih berat dari muatan afektif dan psikomotorik ataupun kalau hal itu ada intensitasnya belumlah signifikan dengan hasil yang diharapkan. Kondisi ini lebih diperparah lagi dengan semakin memburuknya kondisi sosial ekonomi dan politik yang membuat orangtua terpaksa bekerja keras untuk mencari nafkah keluarganya sehingga mereka semakin kekurangan waktu yang dapat mereka gunakan bersama anak-anaknya. Akumulasi dari kondisi ini memicu terjadinya krisis moral pada siswa-siswa di sekolah yang implikasinya terlihat seperti banyaknya tawuran antara murid sekolah, pencurian, penyalahgunaan obat dan narkotika, pelecahan seksual, penganiayaan teman dan guru dan masalah prestasi belajar yang rendah pada umumnya. Tindakan-tindakan ini disebabkan adanya kekurang mampuan anak dan remaja yang beradaptasi dengan aturan-aturan yang ditegakkan oleh sekolah. 

Suatu pendidikan dikatakan relevansi jika memenuhi kebutuhan yang menyangkut kebutuhan peserta didik, kebutuhan keluarga dan kebutuhan pembangunan. Hasil suatu pendidikan berkualitas dari segi produk, jika mempunyai salah satu atau lebih ciri-ciri: (1) peserta didik menunjukkan tingkat  penguasaan yang tinggi terhadap tugas-tugas belajar diantaranya adalah hasil belajar akademik yang dinyatakan dalam prestasi belajar mengajar, (2) hasil belajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik sehingga bukan hanya mengetahui sesuatu melainkan dapat melakukan sesuatu yang fungsional untuk kehidupannya, dan (3) hasil pendidikan relevan dengan tuntutan lingkungan khusus dunia kerja ( Zainun Buchari, 1999: 143) 

Misi pendidikan formal pada semua level pada prinsipnya merupakan jawaban terhadap pertanyaan “untuk apa sesuatu institusi itu didirikan?” Tentunya ada alasannya, atau ada misi yang diembannya. Untuk mencapai visi dan misi tersebut setiap institusi perlu membangun dan mengembangkan “Corporate Culture” yang dapat menetapkan dan mengembangkan nilai-nilai esensial yang akan mendukung pencapaian tujuan pendidikannya. Nilai ini yang harus dijadikan acuan bersama sehingga akan menumbuhkembangkan tingkah laku yang sesuai dengan arah pendidikan yang dikehendaki.

So...bagaimana menurut pendapat Anda ???.... 
More about MISI PENDIDIKAN FORMAL DI SEMUA LEVEL

MENGENAL PENILIK DAN PENGAWAS PAUD

1. Siapa yang dimaksud Penilik/ Pengawas PAUD?

Penilik / Pengawas PAUD adalah tenaga kependidikan dengan tugas utama melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pendidikan anak usia dini (PAUD).

2. Di manakah Penilik/Pengawas PAUD berada?

Penilik/Pengawas PAUD berkedudukan di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dengan wilayah kerja di beberapa desa/kelurahan dan kecamatan.

3. Apakah tugas Penilik/Pengawas PAUD?

Tugas pokok Penilik/Pengawas PAUD adalah melaksanakan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PAUD.

4. Apa sajakah yang termasuk dalam kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi damapak program PAUD?
a. Kegiatan pengendalian mutu program PAUD, meliputi :

  • perencanaan program pengendalian mutu PAUD
  • pelaksanaan pemantauan program PAUD
  • pelaksanaan penilaian program PAUD
  • pelaksanaan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan PAUD; dan
  • penyusunan laporan hasil pengendalian mutu PAUD
b. Kegiatan evaluasi dampak program PAUD meliputi:
  • penyusunan rancangan/desain evaluasi dampak program PAUD
  • penyusunan instrumen evaluasi dampak program PAUD
  • pelaksanaan dan penyusunan laporan hasil evaluasi dampak program PAUD; dan
  • presentasi hasil evaluasi dampak program PAUD.
More about MENGENAL PENILIK DAN PENGAWAS PAUD