CARA PERDAGANGAN DAN PELAYARAN DI ASIA JAMAN DAHULU

Setelah beberapa lama, Dalam perkembangan ekonomi dan perdagangan khususnya di Asia tenggara, hubungan perdagangan melalui jalan darat makin lama makin berkurang. Hal ini disebabkan antara lain karena faktor keamanan dalam perjalanan. Mungkin ketika itu sering terjadi gangguan dalam perjalanan seperti bencana alam (badai, banjir) dan gangguan binatang buas lainnya. Karena itu perjalanan membawa barang perdagangan mulai dialihkan melalui pelayaran di lautan.

Jalan melalui laut yang dimulai dari Negeri Cina melewati Selat Malaka dan perairan Indonesia menuju ke negeri India. Demikian pula sebaliknya pelayaran niaga dari India ke negeri Cina juga melalui Selat Malaka. Meningkatkan lalu lintas perdagangan melalui Selat Malaka menyebabkan munculnya bandar-bandar atau pelabuhan-pelabuhan kecil disekitarnya (terutama di pesisir Pulau Sumatera). Di Tempat-tempat tersebut para pedagang India maupun Cina beristirahat sementara sebelum melanjutkan pelayarannya. Pada waktu istirahat mereka mencari persediaan bahan makanan dan air minum juga barang dagangan di wilayah Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya ternyata semakin banyak pedagang-pedagang Cina maupun India yang singgah di kepulauan Indonesia. Karena keadaan demikian, maka para pedagang lebih menyukai menggunakan jalan perdagangan melalui laut. Banyaknya pedagang Cina maupun India yang menggunakan jalan laut menyebabkan makin ramainya perdagangan pelayaran di Asia, khususnya Asia Tenggara. Kedua negeri tersebut saling mencukupi keperluan masing-masing. Dari negeri Cina didatangkan barang-barang porselen dan sutera, sedangkan India banyak mengekspor barang-barang dari gading, ukir-ukirang dan tenunan halus.

Setelah mereka mengetahui bahwa Indonesia adalah sebuah negeri yang subur, tanah luas, dan banyak hasil bumi yang sangat diperlukan oleh bangsa-bangsa lain, misalnya: emas, perak, beras, rempah-rempah, kayu cendana, kayu gaharu, kapur barus dan lain-lain, wilayah Indonesia makin ramai oleh perdagangan di Asia.

Hubungan dagang antara India dan Indonesia makin lama semakin berkembang. Meluasnya hubungan dagang dengan Indonesia setelah para pedagang India dalam perdagangan  dan pelayarannya menempuh jalan menyusuri pantai Barat Sumatera, terus ke Selat Sunda. Selanjutnya mereka berbelok ke arah utara menyusuri pantai Utara Jawa, Pantai Timur Kalimantan terus ke Cina.

Jalan perdagangan yang ditempuh oleh para pedagang India tersebut karena selain lautnya lebih tenang dan aman, juga daerah-daerah yang dilalui banyak menghasilkan barang dagangan seperti: emas, perak, gading, beras, rempah-rempah, rotan, kayu cendana, kapur barus, dan sebagainya. Kesempatan beristirahat dapat mereka manfaatkan untuk mendapatkan barang-barang tersebut. Menurut catatan para ahli sejarah hubungan dagang antara India dengan Indonesia lebih dahulu berkembang dibandingkan dengan hubungan antar Indonesia dengan Cina. Jadi kepulauan kita telah dikenal oleh orang-orang India terlebih dahulu. Bahkan di dalam kitab Ramayana (kitab Agama Hindu) terdapat nama Yawadwipa (Yawa: Jewawut, dwila: Pulau).Nama ini dipakai untuk menyebut suatu daerah di sebelah Timur Indonesia. Kemungkinan besar yang dimaksud dengan Yawadwipa adalah sebutan untuk Pulau Jawa.



Sumber lain tentang kepulauan Indonesia, disebutkan oleh seorang ahli ilmu bumi bangsa Yunani bernama Ptolomeus (kurang lebih 150 M). Ia menyebutkan bahwa di sebelah Timur terletak kepulauan yang banyak menghasilkan emas. Ptolomeus menyebutkan kepulauan ini dengan sebutan "Jabadiu". Mungkin nama Jabadiu ini dimaksudkan Pulau Jawa atau mungkin Pulau Sumatera.

Pada abad ke-5 sampai abad ke-6 perdagangan makin berkembang di Sumatera Tengah Kemudian dari abad ke-7 hingga abad ke-14 perdagangan berpusat di Kerajaan Sriwijaya. ZKarena pada waktu itu merupakan tempat persinggahan kapal dagang yang berlayar antara India dan Cina. Demikian pula sebaliknya. Bahkan para pedagang asing itu bukan hanya pedagang India dan Cina, melainkan ada juga pedagang Arab dan Siam (Thailand). Para pedagang itu membongkar dan memuat barang dagangan mereka di pusat pelabuan Sriwijaya. Dengan demikian Sriwijaya cepat berkembang menjadi bandar dan pusat perdagangan internasional yang sangat ramai.

Sementara itu di Pulau Jawa sekitar abad ake-14 terdapat bandar perdagangan yang tersebar yakni terletak di kota Tubah dan Gresik (Jawa Timur). Karena pada pertengahan masa itu kerajaan Majapahit dengan rajanya bernama Hayam Wuruk dan Patihnya Gajah Mada mencapai puncak kejayaan. Bandar-bandartersebut menjadi gudang rempah-rempah dari kepulauan Maluku. Dalam perkembangannya setelah itu baru muncul kota-kota Surabaya dan Jepara.

Seperti telah kita ketahui bahwa rempah-rempah sejak dahulu kala merupakan barang dagangan yang penting. Dari Eropa banyak permintaan rempah-rempah tersebut. Bandar-bandar di Jawa merupakan pelabuhan transit bagi rempah-rempah dari kepulauan Maluku. Dari sini remaph-rempah di bawa berlayar ke Barat, ke arah utara, sampai ke negeri Cina. Demikian pula barang dagangan lainnya seperti beras, dan bahan makanan banyak diangkut dari banda-bandar di Pulau Jawa.

Dengan adanya peningkatan kegiatan perdagangan antara Eropa dan Asia termasuk Indonesia, maka perdagangan rempah-rempah makin ramai. Karena banyak permintaan maka produksi rempah-rempah semakin dikenal oleh pedagang-pedagang asing. Keadaan ini menimbulkan keinginan besar di kalangan orang asing terutama Eropa untuk mengunjungi kepulauan kita.    

 
Sumber : dirangkum dari berbagai sumber !!
More about CARA PERDAGANGAN DAN PELAYARAN DI ASIA JAMAN DAHULU

MENGENAL SISTEM BARTER PADA PERDAGANGAN KUNO

Dahulu kala, pada masa kuno perdagangan yang dilakukan nenek moyang kita dahulu belum seperti yang kita lihat sekarang. Ketika itu belum ada atau belum berlaku mata uang di seluruh kepulauan. Barang-barang dagangan mereka tidak diperjualbelikan dengan menggunakan uang sebagai alat tukar, tetapi saling bertukar barang antara mereka.


Cara perdagangan yang berlaku pada waktu itu adalah dengan sistem barter, yaitu barang dagangan yang mereka bawa saling dipertukarkan sesuai dengan keperluan dan kebutuhan masing-masing. Misalnya: Ada penduduk yang berdiam dilereng-lereng gunung akan melakukan barter dengan penduduk yang ada di daerah pantai, Contoh yang lebih rumit: jika nenek moyang kita yang berasal dari pulau Sumatera memerlukan beras dan makanan lainnya, maka mereka pergi berlayar ke pulau Jawa membawa hasil bumi didaerahnya berupa emas atau perak untuk diperdagangkan atau dipertukarkan. Demikian pula mereka yang berasal dari pulau Maluku membawa rempah-rempah singgah ke pulau Sumatera lalu mereka butuh emas atau perak, maka mereka pun melakukan pertukaran barang yang mereka bawa dengan barang yang dibutuhkan.

Pada waktu itu penduduk memang belum mengenal mata uang seperti sekarang. Orang-orang melakukan pertukaran langsung terhadap barang yang dibutuhkannya dengan barang yang berlebihan yang mereka miliki.
More about MENGENAL SISTEM BARTER PADA PERDAGANGAN KUNO

MENGENAL ISTILAH JALAN SUTERA DALAM PERDAGANGAN DI ASIA


Dari hasil penelitian sejarah, tidak ada bangsa yang hidup sejak dahulu yang tidak pernah berhubungan dengan bangsa lainnya. Setidaknya mereka pernah bahkan mungkin seringkali mengadakan hubungan di bidang tertentu. Salah satu kegiatan penting dalam hubungan antarbangsa di 'Asia pada masa lalu adalah dalam bidang perdagangan.

Pada masa kuno di Asia terdapat dua jalan perdagangan yang utama, yaitu melalui jalan darat dan jalan laut. Sebelum jalan laut ramai digunakan orang dalam kegiatan perdagangan di Asia, maka jalan darat sering digunakan terutama oleh pedagang bangsa Cina (Asia Tmur) yang berdagang ke India (Asia Barat). Demikian pula sebaliknya. Jalan darat merupakan jalan yang tertua dalam perdagangan di Asia.

Perdagangan melalui jalan darat menggunakan hewan seperti: kuda sebagai penarik kereta barang/ gerobak pembawa barang dagangan berupa sutera dari negeri Cina. Pada waktu itu negeri Cina telah terkenal dengan suteranya yang halus. Jalan darat dijadikan jalan utama perdagangan di Asia. Karena itu jalan darat pada masa ini disebut jalan sutera Disebut jalan sutera karena barang utama yang diperdagangkan dari negeri Cina ke India adalah sutera.

Gambar: Pedagang berniaga melalui jalan darat (jalan sutera)
Perdagangan dengan membawa barang dagangan utama berupa sutera yang dimulai dari negeri Cina, melalui Asia Tengah dan Turkistan sampai ke laut Mediterania.

Hubungan melalui darat dari negeri Cina dan India hingga sampai Eropa sudah terkenal sejak kira-kira tahun 500 Sebelum Masehi (SM).

Dalam perkembangannya ternyata hubungan perdagangan melalui jalan darat makin lama makin berkurang. Hal ini disebabkan faktor keamanan dalam perjalanan. Mungkin ketika itu sering terjadi gangguan dalam perjalanan seperti gangguan kejahatan;perampokan, bencana alam (badai, banjir) dan gangguan binatang buas lainnya.
 
More about MENGENAL ISTILAH JALAN SUTERA DALAM PERDAGANGAN DI ASIA

JENIS-JENIS MANUSIA PURBA

1. Asal Usul Makhluk Hidup

Warga belajar dan siswa--sekalian, berkaitan dengan asal-usul makhluk hidup di bumi kita ini, Lapisan bumi pada umumnya dapat dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu lapisan atas, lapisan tengah dan lapisan bawah. Manusia mulai hidup pada lapisan atas bersama-sama dengan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Makhluk hidup tersebut mula-mula memiliki bentuk yang tidak sama dengan sekarang. Semuanya mengalami perubahan dari bentuk sederhana hingga bentuk yang sempurna. Para ahli menyatakan bahwa makhluk hidup di dunia berasal dari satu keturunan. Dari binatang bersel satu, sampai binatang yang bertulang belakang seperti reptil, binatang menyusui dan kera. Demikian pula jenis makhluk yang mempergunakan kecerdasan dan akal pikiran yaitu manusia. Tinjauan ini dilihat dari ilmu pengetahuan dan bukan dari segi agama.

Hingga saat ini masih ada yang berpendapat bahwa manusia purba yang terakhir Homo Sapiens, karena dianggap makhluk manusia yang terakhir yang tertinggi pertumbuhannya bila dibandingkan dengan makhluk-makhluk sebelumnya. Perhatikan tabel lapisan bumi di bawah ini:

 
LAPISAN
WAKTU
KEHIDUPAN
Lapisan Atas
140 juta tahun s.d 20 juta tahun S.M
Manusia
Perkembangan Manusia
Tumbuh-tumbuhan berbunga
Burung pertama
Binatang reptil
Lapisan Tengah
140 juta tahun s.d 250 juta tahun S.M
Ampibi besar
Reptil pertama
Ampibi
Ikan
Lapisan Bawah
340 Juta tahun s.d 250 juta tahun S.M
Tanda-tanda kehidupan pertama
Tidak ada tanda-tanda kehidupan
Tabel Lapisan Bumi


Dari tabel di atas terlihat bahwa manusia ada pada tahun 140 juta dengan 20 juta tahun sebelum Masehi. Keberadaan manusia pertama setelah adanya binatang dan tumbuh-tumbuhan di bumi ini.


2. Fosil dan Artefak Manusia Purba

Peninggalan manusia purba secara tertulis sedikit yang sampai pada kita. Untuk mengetahui keadaan manusia purba hanya dapat diperoleh dari peninggalan yang berupa tengkorak, tulang-tulangm dan alat-alat yang dipergunakan oleh manusia purba atau disebut artefak. Tengkorak, tulang-tulang dan alat-alat diperoleh dan penggalan yang dilakukan oleh para ahli antropologi. Hasil penggalian berupa tumbuh-tumbuhan, tulang hewan dan manusia yang sudah membatu dinamakan fosil.

Artefak dan fosil itulah yang memberikan petunjuk kehidupan dan jenis manusia purba. Dari fosil-fosil manusia yang ditemukan, terdapat berbagai jenis manusia purba di Indonesia.

Disamping ditemukan fosil-fosil dari berbagai manusia purba, terdapat pula peninggalan peralatan yang dipakai pada masa kehidupan manusia tersebut.

3. Tempat-tempat Penemuan dan Jenis Manusia Purba

a. Antara tahun 1936 -1941 Von Koeningswald menemukan fosil-fosil manusia di daerah Sangiran, Surakarta Jawa Tengah. Fosil yang diketemukan adalah gigi geraham kanan dan kiri. Setelah diteliti oleh Von Konisgwald, fosil itu berada dari manusia yang tumbuh besar, tetapi tidak tinggi. Fosil manusia tersebut dinamakan Menganthropus Paleajavanicus.

b. Pada tahun 1890 Dr. E. Dubois menemukan fosil dan artefak di desa Trinil Kabupaten Nagawi Jawa Timur. Fosil dan artefak yang ditemukan berupa tulang tengkorak, tulang rahang, tulang belakang. Artefak yang dijumpai juga terdapat dari batu. Oleh Dr. E. Dubois, fosil-fosil manusia yang terdiri dari tulang tengkorak, tulang rahang dantulang belakang direkonstruksikan kembali. Dari hasi rekonstruksi itu terbentuklah kerangka manusia yang mirip kera. Oleh karena itu dinamakan Pithekantropus Erectus berasal dari:
- Pithekas berarti kera
- Anthropus berarti manusia
- Erectus berarti berdiri.

Manusia purba yang sejenis dengan Pithecanthropus Erectus adalah Pithecanthropus Erectus Mojokertensi yang ditemukan fosilnya oleh Von Koeningswald, di Mojokerto Jawa Timur pada tahun 1936 sedangkan di Trinil pada tahun 1939 dan dinamakan Pithecanthropus Robustus.

Di desa Nangdong di daerah Lembah Sungai Bengawan Solo (Ngandong) dan di desa Wajak Kabupaten Tulung Agung dijumpai fosil-fosil manusia. Fosil manusia itu berbentuk tulang rahang bawah dari hasil penelitian Von Koeningswald dan Dr. E. Dubois makhluk itu tingkat hidupnya lebih tinggi dari Pithecanthropus Eretus. Fosil yang dijumpai di Ngandong di daerah Solo dinamakan Homo Soloensis. Sedangkan fosil yang ditemukan oleh Dr. E. Dubois di daerah Wajak Tulung Agung dinamakan Homo Wajakensis yang berarti manusia dari Wajak.

 
Gambar tengkorak Pithecanthropus Mojokertensis

4. Kehidupan Masing-masing Manusia Purba

Di samping ditemukannya fosil-fosil manusia purba juga ditemukan peralatan yang terbuat dari batu dan tulang. Alat-alat tersebut dipergunakan untuk berburu dan keperluan alat rumah tangga. Dari peralatan yang dijumpai di Wajak dan Ngandong. Homo Sapiens dan Homo Wajakensis bila hendak makan maka makanannya dimasak terlebih dahulu dengan cara dibakar. Ini berarti manusia tersebut sudah mulai mengenai kesehatan. Sebelum dimakan makanan itu dibakar.

Dari Artefak-artefak atau peralatan yang dijumpai, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manusia Pithecanthropus Erectus sudah mengenal alat-alat yang dipergunakan untuk membela diri dan berburu. Pithecanthropus Erectus hidup antara tahun 2,5 - 1,5 juta tahun yang lalu. Manusia Pithecanthropus Erectus yang sejenis di luar negeri dijumpai di RRC (Cina) yaitu di gua Chaukonting Peking yang dinamakan Sinanthropus Pekinensis. Kehidupan mereka dari mengumpulkan makan terutama tumbuh-tumbuhan.

Dari penemuan fosil-fosil manusia purba beserta artefak-artefaknya di berbagai daerah di Indonesia, menunjukan bahwa di Indonesia telah hidup berbagai jenis manusia purba. Ini merupakan suatu keberuntungan bagi bangsa Indonesia. Karena selain menjadi tempat penemuan manusia purba yang jarang dijumpai di dunia. Oleh karena itu dalam rangka melestarikan hasil budaya atau peninggalan prasejarah hendaknya melaporkan kepada Lurah atau Camat.

Kata-Kata Penting :

Fosil : Sisa-sisa kehidupan di Zaman lampau yang ditemukan dalam keadaan membatu di lapisan tanah. Dapat berbentuk sisa-sisa hewal, kotoran hewan, tumbuh-tumbuhan, kayu, maupun tulang manusia.

Artefak : Alat-alat yang dipergunakan manusia untuk mempertahankan diri, berburu dan alat rumah tangga. Artefak terbutat dari batu atau tulang

Flakes : Artefak yang  terbuat dari tulang

Ampibi : Binatang yang dapat hidup di darat dan di air.

Antropologi : Ilmu pengetahuan tentang manusia, mengenai asalnya, perkembangannya, jenisnya, dan kebudayaannya.

Raptil : Binatang melata yang hidup di bumi.


Demikianlah warga belajar sekalian, tentang jenis-jenis manusia purba, semoga bermanfaat, terimakasih.

Sumber : Buku modul IPS Sejarah, Paket B kelas VII, Dirjen Diklusepa tahun 2011. 
More about JENIS-JENIS MANUSIA PURBA

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Warga belajar dan siswa--sekalian, dalam gayabumi kali ini pembahasan akan kita lanjutkan pada mata mata pelajaran Sosiologi; tentang Bentuk-bentuk interaksi sosial. Seperti yang penah kita bahasa di kelas, bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama (kooperatif), persaingan (competition), pertentangan (conflict), dan Akomodasi (acomodation).

Keempat bentuk interaksi sosial tidak perlu merupakan kontinuitas dalam arti bahwa interaksi itu dimulai dengan kerjasama, kemudian menjadi persaingan, memuncak menjadi pertikaian, untuk akhirnya sampai ke akomodasi. Perhatikan gambar di bawah ini dan simak baik-baik.
 
Kegiatan Diskusi Guru-guru TK PAUD

Mendurut Gillin ada dua macam proses sosial yang timbul sebagai akibat interaksi sosial, yaitu :
  1. proses asosiatif (proses of association), terbagi kedalam tiga bentuk, yaitu akomodasi yang dihasilkan dari kerjasama, asimilasi, dan akulturasi.
  2. Proses disasosiatif (proses of disassociation), mencakup persaingan-persaingan yang meliputi kontravensi dan pertentangan (konflik).

Perhatikan bagan di bawah ini !

a. Akomodasi
Akomodasi menunjuk kepada usaha manusia untuk meredakan ketegangan atau pertentangan guna mencapai kesetabilan. Jadi akomodasi adalah merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga lawan tidak hilang kepribadiannya.

Fungsi akomodasi adalah :
  1. mengurangi pertentangan baik secara perorangan maupun kelompok akibat perbedaan paham.
  2. mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk sementara.
  3. menghindari terjadinya kerjasama kelompok sosial yang hidupnya secara terpisah sebagai akibat faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
  4. Mengusulkan peleburan antara kelompok sosial yang terpisah, misalnya melalui perkawinan campuran (amalgamasi).

b. Kerjasama
Kerjasama akan timbul apabila orang menyadari memiliki kepentingan dan tujuan yang sama. Contoh : koperasi simpan pinjam kerjasama antara anggota ASEAN, gotong royong, dan sebagainya.

Mungkin andapun pernah melakukan suatu kerjasama, apakah itu kerjasama spontan, atau mungkin di sekitar rumah anda ketika anda ikut melaksanakan kerja bakti membersihkan selokan-selokan di depan rumah secara rutin yang telah diprogramkan pengurus RT.

Dalam teori Sosiologi akan dapat dijumpai beberapa bentuk kerjasama, yakni :
  1. Kerjasama spontan (kerjasama serta merta).
  2. Kerjasama langsung (hasil dari perintah atasan atau penguasa)
  3. Kerjasama kontrak (merupakan kerjasama atas dasar tertentu)
  4. Kerjasama tradisional (merupakan bentuk kerjasama sebagai bagian antara unsur dan sistem sosial, contohnya gotong-royong atau gugur gunung).
Proses sosial yang erat kaitannya dengan kerjasama adalah konsensus. Konsensus hanya mungkin terjadi bila dua pihak atau lebih yang ingin memelihara suatu hubungan yang masing-masing memandangnya sebagai kepentingan sendiri.

Keputusan untuk mengadakan konsensus timbul hanya apabila anggota-anggota dari kelompok atau persekutuan menghadapi beberapa perbedaan pendapat. Dalam konsensus pertentangan kepentingan kelihatan cukup nyata tetapi tidak sebesar konflik.

Contoh konsensus nasional adalah Pancasila merupakan asas yang dianut oleh organisasi politik maupun organisasi nasional di Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki kesepakatan bahwa Pancasila dijadikan dasar negara dan nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila dijadikan pedoman dalam berperilaku sehingga menjadi bangsa yang memiliki budaya dan peradaban tinggi.

Anda dalam keluargapun memiliki suatu konsensus yang menjadi kesepakatan yaitu aturan yang berlaku dalam keluarga sesuai dengan status dan peranannya masing-masing.

Perhatikan contoh bentuk kerjasama pada gambar di bawah ini :

 
Kerjasama membangun rumah
c. Asimilasi
Merupakan proses dalam taraf lanjut yang mendekati ideal menuju integrasi. Asimilasi ditandai dengan adanya usaha mengurangi perbedaan yang terdapat antara orang perorangan atau kelompok sehingga memiliki pandangan/perhatian yang sama.

Faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi adalah:
  1. Toleransi
  2. Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi (masing-masing Individu mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan tertentu atas dasar kemampuan dan jasanya).
  3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
  4. Sikap terbukan dari golong penguasa dalam masyarakat.
  5. Persamaan dan unsur kebudayaan
  6. Perkawinan campuran (amalgamation)
  7. Adanya musuh bersama dari luar.

d. Akulturasi
Akulturasi adalah berpadunya dua unsur kebudayaan yang berbeda dan membentuk suatu budaya baru dengan tidak menghilangkan ciri kepribadian masing-masing.

Contoh: Candi Borobodur merupakan perpaduan antara kebudayaan Indonesia dengan kebudayaan India, musik keroncong adalah perpaduan antara musik Spanyol dan musik Asia.

Jika Anda jalan-jalan ke kota Jogjakarta rasanya akan merasa korang afdol jika anda tidak mengunjungi candi Borobudur. Anda akan menyaksikan langsung bahwa candi Borobodur merupakan perwujudan dari proses akulturasi. Perhatian gambar akulturasi!

e. Persaingan
Yaitu bersaing untuk mencari keuntungan dalam bidang kehidupan tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan (damai), misalnya anggota kelompok belajar anda ikut bersaing dalam memperebutkan bangku Perguruan Tinggi Negeri. Persaingan ini dapat berlangsung secara tertib dan wajar apabila pihak yang bersaing melaksanakan norma yang telah ditentukan dana bertindak secara positif.

Contoh: bersaing dalam kelompok belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus dan dilakukan secara sprotif.

f. Kontravensi
Merupakan bentuk proses sosial yang berada di antar persaingan dan pertentangan (konflik), gejalanya adalah perasaan tidak suka, kebencian, keraguan terhadap sikap dan kepribadian seseorang tetapi tidak diutarakan secara terus terang. Sikap tersembunyi ini dapat berubah menjadi pertentangan atau pertikaian. Wujudnya dapat berupa protes, mengacaukan pihak lain, memfitnah, memaki-maki dengan surat selebaran, menghasut, khianat, menyebarkan desas-desus, perang dingin, subversi dan lain-lain.

Kontravensi apabila dibandingkan dengan persaingan atau pertentangan bersifat agak tertutup atau bersifat rahasia, contoh : perang dingin merupakan kontravensi karena tujuannya membaut lawan tidak tenang/resah. Dalam hal ini lawan tidak diserang secara fisik tetapi secara psikologis. Contoh lain : mejelang pemilu presiden ada selebaran-selebaran yang menjelek-jelekan kontestan tertentu orang tertentu.

g. Konflik
Muncul karena ada perbedaan, misalnya perbedaan ciri badaniah, emosi (perasaan), unsur kebudayaan, pola perilaku, kepentingan, dan lain-lain. Perbedaan ini akan memuncak menjadi pertentangan apabila keinginan-keinginan mereka tidak dapat diakomodasikan, sehingga masing-masing pihak berusaha untuk menghancurkan lawan dan disertai dengan ancaman kekerasan. 
More about BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

CARA TAYAMUM DALAM PESAWAT UNTUK JEMAAH HAJI

gayabumi--Apabila waktu sholat fardhu telah masuk dan diperkirakan tiba di tempat tujuan (Bandara King Abdul Aziz Jeddah) telah habis waktu shalat, maka hendaklah melakukan tayamum sebagai pengganti wudlu.

Cara Tayamum dalam Pesawat untuk Jamaah Haji adalah sebagai berikut :

Kedua telapak tangan kita tepukan/tempelkan ke kursi atau dinding pesawat disebelah kita, lalu kita tiupkan yang menempel di telapak tangan, kemudian kedua telapak tangan kita sapukan dari ujung rambut (jidat) sampai dagu dari buah telinga sebelah kanan sampai buah telinga kiri sampai merata.

Kedua telapak tangan sekali lagi kita tepukan/tempelkan ke kursi atau dinding pesawat (usahakan tempat lain yang belum ditepuk). Lalu kita tiup dan setelah itu telapak tangan kiri menyapu telapak tangan kanan dari ujung jari sampai siku secara merata.

Cara lain bertayamum dapat dilakukan dengan satu kali tepuk/tempelkan pada kursi atau dinding pesawat lalu kita tiup kemudian kedua telapang tangan kita sapukan dari ujung rambut (kening) sampai dagu kemudian dari daun telinga sebelah kanan sampai daun telinga sebelah kiri, kemudian telapak tangan sebelah kiri menyapu telapak tangan dari ujung kiri sampai pergelangan dan telapak tangan kanan dari ujung kiri sampai ujung jari sampai pergelangan. Usap-usapkan tersebut dilakukan secara merata.

Tayamum hanya dapat digunakan satu kali shalat saja, sehingga bagi yang shalat jama' harus mengambil tayamum lagi selesai salam sebelum melanjutkan shalat kedua.

Sumber: Buku Pedoman Tugas Karu dan Karom, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, Depag RI,  Jakarta 2014.
More about CARA TAYAMUM DALAM PESAWAT UNTUK JEMAAH HAJI

KEPRIBADIAN SESEORANG DAN FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKNYA

Warga belajar dan siswa--sekalian, tahukah kalian apa yang dimaksud dengan kepribadian? Dalam kehidupan sehari-hari pada umumnya kita sering mengartikan bahwa kepribadian adalah sikap, perangai, atau perilaku seseorang. Padahal, sikap, perangai, atau perilaku merupakan sebagian kecil dari kepribadian seseorang.

Menurut Yinger, kepribadian adalah keseluruhan perilaku seorang individu dengan kecendrungan tertentu yang berinteraksi dengan situasi tertentu. Kecendrungan tertentu ini mempunyai arti bahwa setiap orang mempunyai cara berperilaku yang khas. Perilaku yang khas ini, meliputi sikap, bakat, adat, kecakapan, kebiasaan, dan tindakan yang sama setiap hari. Di bawah ini akan diuraikan tahap perkembangan diri dan faktor-faktor yang membentuk kepribadian individu.


1. Tahap Perkembangan Diri

Dalam ilmu Sosiologi, kepribadian disebut juga "Diri"; dalam Bahasa Inggris "Self." Seseorang akan bersosialisasi dalam lingkungannya, tujuan dari sosialisasi adalah membentuk diri seseorang agar dapat bertindak dan berperilaku sesuai dengan nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat dimana ia tinggal. Diri manusia berkembang tahap demi tahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain.

Setiap anggota baru dalam masyarakat harus mempelajari peran-peran yang ada dalam masyarakat. Tahap itu merupakan suatu proses yang disebut role talking atau pengambilan peran. Dalam tahap ini, seorang belajar mengetahui peran apa yang harus dijalankan dirinya, dan peran apa yang dijalankan oleh orang lain. Menurut Goerge Herbert Mead, perkembangan diri manusia itu melalui tiga tahap, yaitu :

a.Play Stage, dalam tahap ini seorang anak kecil mulai belajar mengambil peran orang-orang yang berada di sekitarnya. Contoh; seorang anak yang meniru-niru peran orang-orangyang berada di dekatnya, seperti orang tua, kakak, orang yang mengasuhnya, maupun tetangganya. Pada tahap ini, sepenuhnya anak belum memahami peran-peran yang ditirunya.

b. Game stage, pada tahap ini seorang anak mulai memahami peran orang lain pada waktu berinteraksi, dan juga peran ia sendiri. Jadi anak sudah memahami masing-masing peran yang harus dijalankan oleh tiap individu di saat interaksi berlangsung. Contoh; di keluarga ada beberapa peran yaitu ada peran sebagai ayah, ibu, kakak, adik, dan sebagainya.

c. Generalized Others, tahap ini anak mampu mengambil peran-peran orang lain yang lebih luas (generalized others), tidak hanya orang-orang terdekatnya. Anak pada tahap ini telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat. Kemampuan anak melihat peran dirinya dan peran orang lain mulai terlihat. Misalnya, di sekolah, ia tahu perannya sebagai siswa, selain itu juga ada peran guru, atau kepala sekolah. Apabila anak sudah mencapai tahap ini maka ia telah mempunyai suatu diri.

Setiap orang mempunyai kepribadian, dan kepribadian setiap individu senantiasa berbeda. Perbedaan kepribadian dipengaruhi oleh faktor warisan biologis, lingkungan fisik, kebudayaan, pengalaman kelompok, dan pengalaman unik seseorang.

Warga belajar dan siswa sekalian, di bawah ini akan coba kita uraikan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.


2. Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian

a. Warisan Biologis (Keturunan)

Faktor keturunan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Persamaan biologis manusia, seperti panca indera, kelenjar seks, dan otak akan membantu kita menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian seseorang. Namun demikian, warisan biologis atau keturunan memerlukan pengajaran, pelatihan, dan pergaulan untuk mengembangkan diri melalui kehidupan dalam masyarakat. Pekembangan diri melalui kehidupan dalam masyarakat. Pekembangan potensi warisan biologis tergantung pada pengalaman sosial seseorang.

b. Lingkungan Fisik (Geografis)

Perbedaan Iklim, topografi, dan sumber daya alam menyebabkan perbedaan perilaku kelompok. Kepribadian orang yang hidup di pegunungan dengan kehidupan berbasis pertanian tentunya berbeda dengan kepribadian orang yang hidup di tepi pantai sebagai nelayan.

Upaya penyesuaian diri dengan lingkungan fisik berdampak pada kepribadian seseorang. Lingkungan fisik yang keras akan membentuk kepribadian yang kuat, karena mereka memperjuangkan lingkungan alam yang keras untuk mempertahankan hidupnya.

c. Kebudayaan

Kebudayaan merupakan keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, baik berupa gagasan, aktivitas, dan hasil dari aktivitas manusia digunakan untuk memahami lingkungan dan pengalamanya, serta dijadikan pedoman hidup anggota masyarakat. Unsur-unsur yang terkandung dalam kebudayaan adalah kepercayaan, mata pencaharian, kesenian, adat istiadat. Misalnya, budaya bahari adalah keseluruhan gagasan, aktivitas, dan hasil aktivitas dari masyarakat yang hidupnya tergantung dari sumber daya kelautan. Demikian juga budaya pertanian.

Kebudayaan mempunyai peran dalam membentuk kepribadian seseorang dan masyarakat. kebudayaan menyediakan seperangkat pengaruh umum yang berbeda antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya. Contoh, upacara Abdau di masyarakat Negeri Tulehu, Maluku Tengah, Upacara tradisi Abdau, yaitu berebut bendera yang menjadi lambang pengabdian generasi muda kepada Tuhan untuk siap melaksanakan perintah-Nya. Untuk memperebutkan bendera it, para pemuda beradu sekut tenaga meskipun mereka terluka sampai berdarah. Tradisi tersebut diharapkan mampu membawa perdamaian di Maluku yang selama ini sering mengalami pertikaian bersaudara.

d. Pengalaman Kelompok

Keberadaan kelompok yang mempunyai budaya dengan standar dan ukuran yang berbeda, merupakan faktor yang menentukan dalam pembentukan kepribadian seseorang. Individu, baik dalam kelompok bermain maupun kelompok kerja akan dihadapkan pada pilihan-pilihan model perilaku. Kemampuan individu dalam menyeleksi model-model perilaku yang terdapat di lingkungan menjadikan ia diterima, dicela, didukung, maupun diakui oleh kelompok lain. Seperti pada gambar di bawah ini, seorang remaja mulai mencari identitas dirinya. Pada usia itu mereka merasa aman apabila dirinya diterima oleh kelompoknya.

e. Pengalaman Unik

Setiap manusia mempunyai pengalaman yang tidak sama. Pengalaman unik, mendurut Paul B. Horton mempununyai pengertian bahwa tidak seorangpun mengalami serangkaian pengalaman yang persis sama satu sama lainnya, juga tidak seorang pun mempunyai latar belakang pengalaman yang sama. Bagaimana seseorang mengelola pengalamannya, menjadikannya memiliki kepribadian yang tangguh atau lemah.

Demikianlah tentang kepribadian seseorang dan faktor-faktor pembentuknya, semoga bermanfaat. Terimakasih.

Sumber: Buku modul Sosiologi paket C kelas X, 2009  
More about KEPRIBADIAN SESEORANG DAN FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUKNYA